HIMfiles : HIMspirit2008 ed.

because life is a miracle

Always

Filed under: HIMoments2005 : Des — himfiles at 8:27 pm on Friday, March 24, 2006

girl, you are to me

all that a woman should be

and I dedicate my life to you

always

…….

Intro :

Wah, salah satu lagu terbaiknya dari Atlantic Starr di era 80an. Lembut dan easy listening tentunya. Nggak salah dech lagu ini termasuk pilihan buat mereka yang lagi hangat-hangatnya masa pacaran. Inginnya ( baca : gombalnya ) sich selalu untuk selamanya, tapi tahu yach ke depannya gimana…

Bukankah kata “selalu” kadang berarti membosankan ? Selalu bangun di pagi hari, selalu tidur lelap di malam hari, makan tiga kali sehari, menemui orang yang lagi-lagi dia melulu. Tapi akan bermakna berbeda bila kata “selalu” ini kita tambahi satu kata : “baru !”. Yup, kita selalu terjaga di setiap harinya bukan untuk mengulang apa yang sudah kita kerjakan. Kita senantiasa mendapati hal yang baru dari jejak langkah yang selama ini kita tempuh.

Tokh, diantara segala yang baru itu kudapati dirimu yang selalu sama dari waktu ke waktu. Entah kenapa bagiku tiada yang berubah dari sosok dirimu yang kian dewasa itu. Secara fisik, mungkin engkau bertambah tinggi, namun sifatmu tetap rendah hati. Masih terulur tanganmu untuk mereka yang membutuhkan bantuan. Di binar matamu mampu menusuk ke dasar hatiku. Oh, bagaimana aku bisa lepas dari ingatan akan senyum manismu itu ?

Beritahu aku rahasia yang tersimpan dibenakmu itu. Pesona yang tak lekang di makan usia. Ingin rasanya kupersembahkan seluruh hidup ini untuk menemanimu melintas derap usia. Tetapi adakah diriku dihatimu ? Apakah pribadiku ini yang kau juga cari ? Kapankah “sang cupid” memanah debar perasaan ini ?

Dan aku akan selalu mengingatmu. Memori terindah yang pernah kumiliki meski mungkin pada akhirnya hanya sebatas mimpi. Meski demikian, jangan biarkan aku kehilangan dirimu. Untuk sekali dalam hidupku ini, kabulkanlah permohonanku ya Tuhan untuk dapat bersamanya. Selalu…

A love like yours is rare

It must have been sent from up above

And I know you’ll stay this way

For always

…….

Could this be love

Filed under: HIMoments2005 : Des — himfiles at 8:26 pm on Friday, March 24, 2006

could this be love / could this be love

of the two of us together / lifetime friends forever

you and me / a unity / friendship and love

……

Intro :

Rasanya asing banget mendengar lagu yang satu ini, tapi bagi penggemar era early 90’s pasti kenal donk dengan tembang ini. “Could this be love” ini dibawakan oleh grup vocal yang terdiri dari 3 cewek. Jadi keinget ama trio cewek macam Wilson Philips atau TLC, gitu loh. Kalo untuk local, yach paling2 kita terkenang dengan grupnya AB Three atawa Rida Sita Dewi. Mau tahu senandungnya kayak apa, yach sering2 requestlah lagu ini di radio kesayangan anda, he he he…

Saat denganmu, debar jantungku tidak seperti yang dahulu lagi. Entah mengapa belakangan ini aku sering tersipu sendiri kala menatap senyummu itu. Suasana akrab satu persahabatan yang kita jalin selama ini rasanya mulai ada yang berbeda. Kerap aku berpikir, seandainya saja kita hendak melangkah lebih jauh dari itu, apakah semuanya akan seindah dulu.

Muncul benih2 cemburu saat kau bersama dengan yang lain. Tapi apa dayaku, kau belumlah jadi milikku seutuhnya. Bila ingin kutunjukkan perasaanku padamu, adakah engkau yang menyambutnya dengan hangat. Sebab untuk yang pertama kalinya, biarlah cinta ini boleh bersemi juga dihatimu. Because you’re so beautiful to me.

Kucoba untuk mengenalmu lebih dalam. Memahami atas segala kesibukan dan hobimu. Peduli atas apa yang pikirkan dan harapkan dari sesosok laki-laki. Tetapi semakin aku menggalinya lebih dalam, justru kebimbangan ini kian merona. Inikah saatnya aku harus jujur mengakui bahwa aku takut kehilangannya ? Ataukah engkau masih ingin bebas mengembara bagai burung terbang lepas diangkasa menggapai cita yang ingin kau rengkuh ?

Menunggu memang menyebalkan. Tetapi untuk sesuai yang berharga, rasanya pantas aku menantimu bersiap untuk itu semua. Untuk kita jalani sisa2 kehidupan bersama. Dan pada waktunya hendak aku sampaikan asaku ini padamu. Kuberharap engkau mau menyambutnya sepenuh hati tanpa rasa terpaksa, melainkan oleh karena selama inipun ternyata engkau mengidamkan hal yang sama denganku. Dan itu bukan sebatas mimpi penghibur diri.

Together. Forever…

Because the memories bleed on and on

And time goes on / and the feeling stays strong

This word called love

Are you the one / that I want

Tell me is this real / or just a mirage

I ask myself

…….

How i remember you

Filed under: HIMoments2005 : Nov — himfiles at 8:25 pm on Friday, March 24, 2006

A chorus of sparrows in summer / That’s how I remember you

The fire of maples in autumn / That’s how I remember you

The silence of snowfall in winter / That’s how I remember you

…….

Intro :

Hhmmm… denger lagu lembut dari Michael Frank diteras dekat jendela kamar ini memang mengasyikkan, sambil tentunya mengenang kembali sejarah perjalanan hidup kita. Puluhan musim telah berlalu namun bayang manisnya itu senantiasa mengusik kalbu hidup ini. Topik kali ini bukan tentang mengapa kita bisa teringat selalu akan seseorang, tetapi bagaimana memori itu kerap muncul dibenak ini. There’s always something to remember about her.

Memori / kau membuka / luka lama / yang kuingin lupa…….

Benci sebenarnya aku akan segala sikapnya. Seakan engkau tiada peduli akan apa yang telah aku perbuat. Namun mengapa aku tidak bisa melepaskannya dari ingatan ini ? Seolah setiap jejak langkah yang kuambil seringkali mengingatkan diri ini akan dirinya. Tentu liriknya tidak sampai norak seperti : kalo aku makan ingat dia, kalo aku tidur bermimpi tentang dia, bahkan sampai aku di tempat kerjapun ternyata sosok kantor yang kulihat cuma terbayang wajahnya.

Nyatanya dia tidak pernah memberikan aku barang peninggalan apapun yang bisa aku kenang. Hanya catatan perjalanan hidup ini yang tampaknya kerap mengikuti langkah ini. Bila pagi menjelang, ingin rasanya aku menjadi orang yang pertama untuk melihat kelopak binat matanya terbuka menyapa dunia. Bila malam menjemput sang purnama di kejauhan sana, ingin rasanya aku menjadi satu-satunya orang yang mengecup kening manisnya sebelum dia terlelap dalam mimpi indahnya. Namun aku tersiksa dengan segala harapan ini, karena saat ini ternyata dia bukan milikku lagi.

Memori / tolong daku / pergi jauh / janji tak’kan kembali / memori…….

Tokh aku tak kuasa untuk membenci dia. Dia terlalu cantik untuk aku hapus dari rekam pengalaman hidup ini. Dia terlalu berharga untuk aku hempaskan dari impian asa ini. Aku tidak pernah mengharap dia membalas rasa cinta ini dengan menerimaku bila dia sendiri tidak timbul rasa cinta sekuat yang aku punya. Aku sadar cinta tak bisa dipaksakan, bahkan dengan segala materi yang pernah kuberikan untuk dia simpan sebagai tanda pengingat akan aku.

Meski telah jauh dia mencoba meninggalkanku, namun kuyakin satu hari cinta yang dulu akan membawa hatinya kembali. Menyadari akan kesalahan yang telah kita buat untuk merajut kembali puing2 harapan yang sempat runtuh karena ketidakdewasaan kita.

Dulu aku masih mengingat derai air matanya atas sebuah kekecewaan. Semoga saat aku melihat kembali rupa yang sama, aku menyaksikan sebuah senyuman ramah darinya. Oh…, seeing your face glows is the nicest of hellos…..

Day after day, I’m amazed how our love intensifies

In every way, it resembles forever / abandons us never

…….

More than words

Filed under: HIMoments2005 : Nov — himfiles at 8:24 pm on Friday, March 24, 2006

Saying I love you / is not the words I want to hear from you

It’s not that I want you / not to say, but if you only knew

How easy it would be to show me how you feel

More than words is all you have to do to make it real

Then you wouldn’t have to say that you love me

Cos I’d already know

…….

Intro :

Siapa anak era 90-an yang nggak kenal lagu kondang “More than words” yang dinyanyikan oleh grup musik “Extreme” ini ? Cuma bermodalkan gitar, langsung dech bisa tune in dengan tembang ini. Bahkan mungkin gara2 lagu ini banyak anak muda yang niatin banget buat kursus metik gitar segala, biasanya buat pamer ke ceweknya kalo dia tuch tergolong orang romantis juga gitu loh, he he he…

Bukannya aku nggak mau mendengar dari bibir manisnya terucap bahwa : “aku mencintaimu”. Bahkan mungkin sudah tak terhitung lagi berapa kali dia melontarkan 2 kata sakti itu saat kita sering bertengkar dan tiada yang mau mengalah. Aku mencintaimu, tapi… oh, bersyarat sekali kata cintanya padaku. Sampai pada titik tertentu, aku sudah lelah dengan kata2 yang sering kudengar itu. Betapa pintarnya dia merajuk untuk menutupi kesalahannya dan aku kerap memakluminya, pikirku mungkin dia sedang khilaf.

Bukannya aku hendak membela diri lho, akupun sebenarnya pantas disalahkan karena tidak bisa selalu ada disampingnya tatkala dia membutuhkan sosok kehadiranku. Tapi entahlah, lama2 aku tidak bisa menerima lagi kata derasnya kata hujan cinta untukku tetapi jarang sekali dia menunjukkan rasa sayang itu dengan bahasa tubuhnya.

Andai dia mengerti bahwa bangunan kasih yang kita bangun dari puing2 ketidakjujuran hanya akan merobohkan taing-tiang penyangganya. Aku ingin cinta yang terucap bukan sebagai pemanis bibir di kala dia sedang kehabisan kata-kata atau sebatas peredam gejolak emosi yang terbendung. Aku tidak butuh iba darinya, bila nantinya memang jalan yang terbaik adalah sebuah kata pisah.

Benci aku dengan segala bujuk rayunya, merasa bahwa akulah yang segalanya bagi hidupnya. Cukup sudah aku dipermainkan oleh decak lidah kagumnya. Di satu sisi memang membuat aku bangga bahwa aku dianggap berarti olehnya, di sisi lain betapa tatapan matanya sungguh menyayat hati bahwa apa yang kau keluarkan dari bibirnya ternyata tidak sama dengan apa yang dia simpan dihati. Jadi, aku butuh lebih dari sekedar rangkaian kata2. Please, understand me…

What would you do if my heart was torn in two

More than words to show you feel

That your love for me is real

What would you say if I took those words away

Then you couldn’t make things new

Just by saying I love you

…….

We could be in love

Filed under: HIMoments2005 : Nov — himfiles at 8:23 pm on Friday, March 24, 2006

Anyone who seen us / knows what’s going on between us

It doesn’t take a genius / to read between the lines

And it’s not just wishful thinking / or only me who’s dreaming

I know what these are symptoms of / We could be in love

…….

Intro :

Single pertama dari soundtrack film animasi berjudul “Alladin” ini sebenarnya adalah “A whole new world” yang dibawakan oleh Peabo Bryson dan Regina Belle. Namun, tokh yang lebih popular dan ngepas di hati kita, justru single keduanya yang dinyanyikan oleh Lea Salonga dan Bard Kane yang berjudul “We could be in love”. Maklum meski lagunya tergolong easy listening tapi nggak terlalu standar banget ala musik pop kebanyakan yang mendayu-dayu seperti lagu jagoan dari soundtrack keluaran film2 Walt Disney lainnya.

Teman2 kita bilang, kita ini pasangan yang serasi. Padahal saat itu tiada rasa saling suka yang bersemi di hati. Hanya saja memang kita sering menghabiskan waktu bersama, layaknya orang yang tengah pacaran. Entah mengapa walau kita kerap bersua, aku lebih merasa nyaman bila kita cuma sekedar sahabat saja. Atau kondisi statusnya menurut istilah lagu yang ngetop sekarang : teman tapi mesra.

Mengapa aku tidak bisa mencintainya meski kita begitu dekatnya ? Demikian pertanyaan banyak rekan terhadapku. Wah, aku juga tidak tahu. Bukankah cinta tidak bisa dipaksakan untuk tumbuh bila benihnya sendiri tidak mekar di lubuk hati ini ? Bila pun aku telah berhasil menanam segala rasa sayang akan dirinya itu, aku masih ragu apakah dia juga akan menumbuhkan satu emosi yang sama dengan apa yang aku hadapi ?

Mungkin karena aku tak mau awal yang indah ini mesti diakhiri oleh satu perpisahan yang menyedihkan. Kerap kudengar bagaimana pedihnya sebuah kata putus mesti terucap kala persemaian kasih itu belum lagi berbunga. Oh, sanggupkah kita bila masa2 suram itu benar2 menggayuti kehidupan kita nantinya ?

Tapi sekarang, aku berani untuk mengambil resiko. Tak ada salahnya kita mencoba untuk merangkai apa yang telah kita tabur dalam perjalanan persahabatan. Saatnya aku ingin lebih dari sekedar tempat curhat ataupun berbagi kisah hidup. Dan aku yakin dia pun akan menerima uluran tangan ini. Menjejak lebih pasti untuk menantang gelombang hidup ini bersama. Satu kayuh berdua.

And what about the laughter / the happy ever after

Like voices of sweet angels / calling out our names

And it’s not just wishful thinking / or only me who’s dreaming

I know what these are symptoms of / We could be in love

…….

All around the world

Filed under: HIMoments2005 : Nov — himfiles at 8:22 pm on Friday, March 24, 2006

Been around the world and I, I, I

I can’t find my baby

I don’t know when, I don’t know why

Why he’s gone away

And I don’t know where he can be, my baby

But I’m gonna find him

…….

Intro :

Ini dia single pertama dari Lisa Stanfield. Kalo melihat judul lagunya, jadi teringat buku cerita karangan Jules Verne yaitu “Around the world in 80 days”. Nuansa tembangnya memang enak buat bikin adem kuping kalo pas lagi di tape mobil dalam perjalanan jauh. Tapi isi lagu ini bukan kisah petualangan keliling dunia, yach ! Lebih lanjutnya disimak aza ulasan tema kali ini.

Dia yang telah pergi membawa sepenggal kisah tersisa. Pada saat itu aku pikir perpisahan itu hanya sementara saja, bahwa kita berdua butuh waktu sejenak untuk menenangkan diri dari pertengkaran yang kerap terjadi. Perselisihan karena kita kerap membohongi hati masing2. Ach… tapi tampaknya untuk yang kali terakhir dosisnya mungkin terlalu tinggi dan terlalu berat beban luka yang mesti kita tanggung.

Kala segalanya usai, baru dech terasa banget bahwa aku rindu saat2 indah kita teruntai. Harusnya bukan perbedaan yang kita jadikan alasan perpisahan ini, masihkah kita ingat pada mulanya mengapa kita saling tertarik. Kita dibutakan oleh kesalahpahaman yang konyol dan membuang waktu untuk sesuatu soal yang sepele.

Dimanakah dia ? Kemana dia pergi membawa segala pengharapan ini ? Teman-temannya seolah bungkam kalau aku tanya dimana gerangan dirinya ? Seolah perih itu belum juga hilang dari benaknya dan solusi yang dipikirnya mudah adalah menyembunyikan dirinya dari hadapanku. Mungkin saja dia hendak menghapus kenangan manis itu dari catatan hidupnya, tapi bisakah aku melakukannya dengan segala asa yang masih menyala itu ?

Kata orang, bila kita memang jodoh pasti ada saatnya kita dipertemukan kembali oleh sang Ilahi. Hmm… kita tidak tahu masa depan apakah secerah yang kita bayangkan. Tapi yang aku tahu pasti, aku belum menyerah untuk merebut kembali apa yang seharusnya terjadi sejak dulu kita pernah merajut benang2 rindu ini. I’m gonna find her…….

Rainy day

Filed under: HIMoments2005 : Okt — himfiles at 8:21 pm on Friday, March 24, 2006

each time I see those thick dark clouds

I used to smile and make a wish

that it would turn.. turn to rain

because I know that I would watch

for you to play under the rain

…….

Intro :

Nggak nyangka lho pas dengerin lagu yang dibawakan oleh Phil Perry ini ternyata diiringi oleh band Indonesia yang pernah kondang di era 80an, yakni Karimata. Enaknya ngupingin tembang ini sambil menulis diary di sore hari nan gerimis, menanti sang kekasih yang tengah berjuang untuk pulang ke rumah ditengah derai hujan di angkasa. Berhubung ini edisi special, sekalian mau titip salam buat temanku yang akhir bulan ini berulangtahun. God bless you.

Oh, ya seperti biasa tiap 2 bulan sekali para pembaca akan mendapatkan edisi bulletin HIMoments, silakan didownload attachment berikut ini untuk anda yang ketinggalan dan ingin mendapatkan koleksi lengkap edisi HIMoments sepanjang tahun 2005 ini. Saran, kritik, masukan, ide, atau apapun namanya tentu penulis tunggu via himfiles@yahoo.com.sg maupun lewat sms di 021-70453690. Terima kasih.

When will I see you again…….

Oktober datang lagi. Awal musim penghujan menurut buku geografi mulai terjadi kembali di bulan ini sampai 6 purnama kedepan. Hmm… rasanya cuaca dingin nan sejuk ini enaknya memang tidur-tiduran di kamar sambil menghangatkan diri dengan secangkir teh manis. Perlahan kubuka kembali album kenangan dulu, kala masa remaja masih meraja dalam perjalanan hidup ini. Kata sebuah tembang era 80-an sich : “tiada masa paling indah / masa masa di sekolah”. Dasar lagu.

Ya, aku tengah menghela helai-helai buku foto sekitar satu dekade. Sesekali benakku melayang pada foto2 tertentu yang saat itu belum ada dipotret dengan kamera digital. Hingga pada foto tertentu, aku melihat kembali sosok mungil dirinya pernah singgah menyelimuti romansa kehidupan ini. Bila kuingat kembali : pedih seharusnya, namun rindu sebenarnya.

When will our hearts / beat together…….

Seruput teh hangat aku tegukkan lagi. Huff.. sudah berapa warsa yach kita tak bersua ? Kehangatan atas sebuah persahabatan yang belum terhapus dari ingatan. Keceriaan yang sempat kita lewati bersama. Ach, tampaknya waktu belum berpihak pada jalinan yang kita rajut. Enggan ku berbagi kisah ini dengan yang lain. Enggan kiranya aku mendengar suaramu berucap nama yang lain selain memanggil namaku. Enggan ku berbagi tempatnya dihatiku dengan sosok manusia yang lain. I think I’ll never find someone like you.

Are we in love / or just friend…….

Dear, matahari rupanya masih enggan bersinar. Titik2 air masih tercurah dari cakrawala sana. Mengembara liar mencari sudut hatinya. Seperti layaknya jiwaku yang mencari tempat agar benih cinta ini boleh bersemi. Aku tahu dia sedang mengejar ribuan impiannya dan doaku yang terbaik untuknya. Dan akupun memiliki mimpi yang sama dengannya. Tapi tentangnya, mengutip seperti yang Yovie & The Nuno bilang : “inginku bukan hanya (sekedar) jadi temanmu”.

Is this my beginning / or is this the end……

Ingin sekali aku bertemu dengannya untuk mempertanyakan 3 kata penting yang seharusnya terucap sebelum penyesalan ini menumpuk lebih tinggi. Terpendam gundah yang sekian lama ini aku nyatakan kepadanya, namun kala itu aku masih terlalu bodoh untuk sekedar menggerakan bibirku saja dihadapannya. Dan bayu diantara gemericik hujan seakan menghantar pesan untuknya, menanti saat kita dipertemukan kembali. Saat dimana kepalanya bersandar mesra dibahuku dan aku memeluk erat hangat raga hatinya dengan kedua tanganku sendiri.

but now when rainy days are here

I feel so blue ‘cause I can’t hear

all your laughter in the falling rain

and it brings sadness to my heart

knowing that you’ve gone from my side.. my side

since that rainy days and you make a symphony

the rain without you makes the blues

happy days and you will always be right here to stay

where the rainy day brings me back

brings me back into your arms

……

Without you

Filed under: HIMoments2005 : Okt — himfiles at 8:20 pm on Friday, March 24, 2006

No I can’t forget this evening

Or your face as you were leaving

But I guess that’s just the way the story goes

You always smile but in your eyes

Your sorrow show, yes it shows

…….

Intro :

Kenal donk dengan salahsatu hitsnya duo Air Supply ini, disamping tentunya lagu berjudul : Goddbye, Making love out of nothing at all, etc ? Tembang ini pernah pula didaur ulang oleh Mariah Carey dalam salahsatu albumnya. Pas pertama denger lagu ini sempet kecele juga mengartikan judul lagu ini dengan isi liriknya. Anda punya pengalaman personal dengan lagu ini ?

Perpisahan. Sebuah kata yang menyakitkan untuk dinikmati. Bahkan saking pedihnya ada ungkapan lara seperti ini : “Bukan perpisahan ini yang aku tangisi, tetapi mengapa harus ada pertemuan yang akhirnya aku sesali”. Yach, penyesalan memang tampaknya selalu datang terlambat. Tapi jujur, aku tidak pernah menyesali pertemuan kita ini. Masih tampak dalam gurat kenangan ini akan dirinya yang tersenyum simpul sambil melambaikan tangan saat aku berkunjung ke rumahnya. Sapa ramahnya masih tergambar jelas, walau kala itu dia bilang sedang terburu-buru hendak keluar rumah untuk satu urusan tertentu.

Pertemuan. Debar kencang jantungku saat menatap binar matamu. Kita berbincang sampai larut. Tentang cita, tentang cinta, tentang harapan, tentang kita. Walau saat itu kita tahu, kita belum resmi memegang ikatan batin tetapi apa yang kita lakukan bagaikan sepasang insane yang telah saling kenal beberapa tahun lamanya.

Aku masih tak paham mengapa akhirnya jalinan persahabatan itu rapuh diterjang sang waktu. Entahlah apa yang salah dibenakku. Kerap pikiran liarku berujar, mungkin ada teman2 kita yang tak setuju akan apa yang tengah kita perjuangkan. Tapi, ach perasaan buruk itu kupendam saja karena tampaknya mungkin ada hal2 lain yang lebih serius ketimbang mengkambinghitamkan kawan sendiri. Bukankah bila pijakan karang yang kita bangun itu kokoh dan sekalipun gulungan deburan ombak menerjang silih berganti maka kiat akan tegar berdiri diatasnya.

Bila kini kuingat lagi sosok dirinya, masih tertanam sebenih cinta yang hendak kutabur di ladang hatinya. Ingin kupetik buah2 asmara yang kita pelihara, tapi benarkah itu semata bayangan semu ? Aku tidak ingin dia memaksakan diri menerima diriku ini apa adanya bila tiada ketulusan untuk menerima itu semua. Ada satu pepatah bagus yang pernah beredar di banyak milis sebagai berikut : “Memang menyakitkan bila melihat orang yang kita cintai telah bersanding dengan orang lain, tetapi akan lebih menyakitkan lagi jika orang kita cintai tersebut tidak merasa berbahagia saat kita berada didekatnya”. Apakah hal seperti itu yang dia rasakan ? Karena pada akhirnya lagi2 aku terbentur pada satu titik keinginan : tanpanya, bagaimana aku mesti menjalani kehidupan ini ?

I can’t live / if living is without you

I can’t live / I can’t give anymore

…….

I miss you

Filed under: HIMoments2005 : Okt — himfiles at 8:19 pm on Friday, March 24, 2006

I miss you

There’s no other way to say it

And I, and I can’t deny it

I miss you

It’so easy to see / I miss you and me

…….

Intro :

Mungkin anda sering mendengar intro lagu diatas saat mendengarnya dalam perjalanan pulang kantor ataupun saat tubuh anda yang lelah rebah diperaduannya, tapi belum tentu anda tahu siapa yang menyanyikannya. Terasa asing bila kita mengetahui nama penyanyinya : Klymaxx.

Menurut penulis, tembang ini sempat ngetop di era 90-an awal waktu lagi booming-nya penyanyi wanita berusia muda unjuk kebolehannya di panggung industri rekaman. Jadi, begitulah sedikit pengantar tema tulisan kali ini, selanjutnya yach request aza ke stasiun radio2 kesayangan anda untuk tahu seberapa manisnya lagu ini, oke ?!

Mulanya hanya ada rasa benci pada diri ini, mengapa aku begitu mudah melepaskannya. Dan yang tersisa hanya rasa sesal bahwa waktu yang indah kala itu menjadi sebatas mimpi pelelap tidur. Dia yang begitu kupuja, akhirnya terbang ke pelukan angan2 rona masa remajaku. Berlalu seiring deraan sang hari yang senantiasa berganti, luka yang kerap kubawa dalam segenap penantianku ini akan sosok kehadirannya.

Bilakah dia datang menjemput semua yang kita damba ? Merajut kembali renda2 kehidupan yang sempat terserak oleh karena kesalahpahaman yang tak kita mengerti ? Andai cinta boleh memilih, mengapa pilihan itu mesti memisahkan kita berdua ? Masihkah ada jalan untuk kita kembali ke persimpangan waktu saat segalanya terasa indah ?

Aku rindu pada dirinya. Kangen akan segala saat kebersamaan kita. Tersimpan segala kenangan terbaik dengannya, hanya saja itu semua seakan sia-sia tanpanya. Banyak pertanyaan masih terngiang di gurat pikiranku. Apakah karena kebodohan kita berdua sehingga ini semua harus dibayar dengan kepedihan ? Kita, yang seharusnya berhak untuk bahagia, mungkinkah mesti mengalah oleh yang namanya dalih : “maaf, kita tak berjodoh”.

Lalu, makhluk apakah jodoh itu ? Apakah seseorang yang sudah ditentukan pasangan tulang rusuknya bisa dikatakan jodoh ? Sori, yang aku tahu pasti cinta bukan karena takdir semata. Aku tahu cinta layak untuk diperjuangkan. Dan aku bangga pernah menyerahkan segenap cinta ini padanya. Namun setelah sekian lama musim silih berganti rupa, masihkah kini segenggam cintanya tersimpan selalu untukku ? Please, jangan biarkan aku kehilangan dirinya untuk yang keduakalinya…….

Don’t wanna lose you

Filed under: HIMoments2005 : Okt — himfiles at 8:18 pm on Friday, March 24, 2006

Sometimes it’s hard to make things clear

Or know when to face the truth

And I know that the moment is here

…….

Intro :

Kenal donk dengan salah satu lagu hits Gloria Estefan diatas ? Yup, selain tembang era 80an-nya yang upbeat dan khas latin seperti : Conga, 1 2 3, dan Get on your feet, beberapa lagu mellow-nya pun nggak kalah enak. Tersebutlah beberapa diantaranya : Anything for you, Here we are, dan tentunya Don’t wanna lose you yang jadi tema tulisan edisi kali ini. Pernah sempat diberitakan adanya gangguan pada pita suaranya sehingga menyebabkan ia pernah dikhawatirkan tidak bisa menyanyi, tokh nyatanya sampai kini suaranya belum hilang dari peredaran blantika musik dunia.

Kehilangan seseorang yang kita cintai memang menyakitkan. Tetapi akan lebih menyakitkan lagi bila orang yang kita cintai malah tidak merasa berbahagia dengan keberadaan kita. Suatu dilemma memang. Makanya ada beberapa konsep bagi banyak orang bahwa “mencintai tidak berarti selalu memiliki”. Tokh, cinta memerlukan komitmen dari kedua belah pihak, bukannya kehendak dari salahsatu pihak. Memaksakan diri berarti hanya membangun luka bagi pasangan kita di kemudian hari. Syukur kalo si dia bisa menerima kita pada akhirnya, tapi bila tidak ?

Di sudut persimpangan keraguan hati ini, aku mulai berpikir apakah seharusnya perjuangan untuk merebut dirinya ini terus kulakukan atau mesti kukubur perasaan ini dalam lubuk hati terdalam ? Maaf, aku tidak bisa membohongi hati bahwa dia benar2 sukses “merampok” seluruh emosi dalam dada ini.

Serius, aku tidak mampu melepasmu. Ada semacam ikatan kimia yang rumusnya sulit aku jelaskan padanya. Betapa gampangnya aku tertarik akan pesona yang dia hadirkan, tetapi dan betapa sulitnya aku membuat rasa benci itu untukmu meski kusadar mungkin dia tidak peduli dengan semuanya. Sesaat aku berpikir, apakah ini karena salah caraku dalam menyatakan rasa suka itu padanya atau memang aku saja yang kege-eran setiap menyambut uluran senyum manismu yang menyimpan berjuta makna itu ?

Dan saatnya kian mendekat, ada sesuatu yang ingin kunyatakan padanya untuk meredakan rasa penasaranku akan sikap hatinya. Diterima atau tidaknya bukan lagi suatu masalah besar, tokh kini aku sudah siap untuk mendengar jawaban seburuk apapun yang dulu aku tidak mampu melakukannya. Haruskah dia kupeluk dan tak kulepas lagi agar tiada pernah ada terlontar dari hati sebuah kata berpisah…

I don’t wanna lose you now

We’re gonna get throught somehow

I don’t wanna lose you now or ever

…….

Next Page »