HIMfiles : HIMspirit2008 ed.

because life is a miracle

Seeing and believing ( 14/12/02 )

Filed under: HIMspirit2002 : Nov-Des — himfiles at 9:07 pm on Friday, May 19, 2006

"-sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat-" ( II Korintus 5 : 7 )

Beban berat sebenarnya kalo udah sampai edisi terakhir tahunan, topiknya musti dicari yang jreng kayak tahun lalu dengan tema "fight the future". Nah, untuk edisi kali ini dipilihlah sebuah ide tulisan yang berasal dari tayangan tv yang nggak sengaja ketonton waktu lagi sebel nonton iklan di channel lain. Buat yang seneng program tv-chart yang biasanya berisi soal tangga lagu musik atau jajaran box-office film, maka tayangan ini soal segala hal dalam daftar 10 besar peristiwa2 yang katanya kelas dunia, entah itu top10 hotel, top10 bencana alam, dsb. Dan kebetulan yang mau diulik kali ini adalah top10 "the unexplained mysteries". Apa aza, yach ?

Berdasarkan urutan 3 besar, peringkat ketiga diduduki oleh keingintahuan masyarakat dunia soal piring terbang alias UFO. Benarkah kebenarannya masih diluar sana atau ini sebatas imajinasi konspirasi pemerintah ? Peringkat kedua adalah soal alien abduction alias penculikan makhluk asing pada manusia yang katanya sebagai bahan eksperimen sebelum invasi alien ke bumi. Provokatif kelihatannya, seolah-olah manusia digoda rasa penasaran apakah hanya dirinya makhluk hidup berakal cerdas di alam semesta ?

Mau tahu peringkat pertama dari "the unexplained mysteries" ini ? Adalah umum bila dikatakan bahwa hal yang ditakuti oleh manusia adalah kematian. Setelah mati, berarti seolah kenikmatan hidup ini berakhir. Lalu untuk apa hidup baik kalo semuanya nanti hanya terkubur di nisan, begitu kira2 pikiran orang yang udah kadung tersesat jalan hidupnya dan makanya nggak mau tobat-tobat. Adanya dunia orang mati kemudian mendapat pembenaran bahwa hal itu ada meski dengan contoh yang salah kaprah, entah itu tentang arwah penasaran atau roh gentayangan. Juga yang pernah kita saksikan diantaranya tentunya film "Ghost". Diceritakan disitu sang cowok yang jadi kekasih Demi Moore bisa bangkit lagi dari kematiannya dan diberi waktu sebelum menghadap Tuhan untuk membantu si Demi agar tidak celaka. Atau ada lagi film lainnya yakni "City of angels" dimana roh bisa keluar dari jasad manusia yang sudah mati. Benarkah penggambaran seperti itu ?

Peringkat pertama yang diklaim oleh acara tv "The ultimate 10" itu adalah soal life after death atau kehidupan sesudah mati. Banyak orang yang punya pengalaman spiritual soal ini lalu menulis buku untuk berbagi curhat bagaimana rasanya ketika roh sesaat terlepas dari raga. Umumnya adalah adanya sorot warna putih yang menyilaukan sekaligus diperlihatkan tayangan ulang peristiwa hidupnya.

Menarik sekali ketika saya ingin mengetahui soal diatas saat membaca Lukas 20 : 27-40, bahwa di kehidupan yang lain manusia tidak akan pernah mengalami masa kawin lagi. Anda tidak melihat ataupun mengalaminya dulu untuk percaya akan adanya kehidupan yang telah disediakan Tuhan atas jerih payah amal kita di dunia. Untuk perenungan lebih dalam, salahsatunya dipersilahkan membaca 2 Korintus 15 : 12 -34.

Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapanNya, dalam perdamaian dengan Dia. ( II Petrus 3 : 14 )

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan yang sebenarnya. ( II Yohanes 3 : 2 )

Have u seen her ? ( 30/11/02 )

Filed under: HIMspirit2002 : Nov-Des — himfiles at 9:06 pm on Friday, May 19, 2006

Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri. ( Amsal 31 : 23 )

Beberapa pekan yang lalu, penulis mendapat kabar bahagia dari seorang teman yang katanya mau melangsungkan pernikahannya, rencananya awal tahun depan. Lama juga nggak ada kabarnya dari dia tahu2 udah mau married. Hidup seolah cepat sekali beregenerasi. Dulu, kala masih SMP wah terbayang kita masih lucu-lucunya. Kini semuanya sudah ada di persimpangan hidupnya masing2. Jangan lupa buat temen2 lain yang mau menyusul dia, aku tunggu undangannya, lho !

Bersanding. Waktu penulis masih SD, seneng banget kayaknya kalo diajak orangtua pergi ke acara kawinan. Entah tahu atau tidak siapa pengantinnya atau keluarga pengundangnya, biasanya sich untuk anak sepolos itu adalah bisa bermain di luar rumah dan terlebih kayak makan siang all you can eat aza secara gratis. Tetapi jelang dewasa tentu pemikiran kita kalo ke acara kawinan bukan lagi sebatas makanannya enak atau tidak, tetapi sudah lebih personal.

Perayaan pernikahan boleh saja gede-gedean kayak anak presiden yang juga seolah-olah selain pamer kemewahan juga pamer betapa luas jaringan relasinya untuk diliput pers. Penulis hendak mengambil sudut pandang yang sederhana saja. Betapa merepotkannya untuk tampil cantik bagi pasangan kita, terutama bagi mempelai cewek. Pagi-pagi sudah harus berbenah diri untuk dirias, belon lagi masalah gaun pengantin yang ekornya suka menjuntai kebelakang. Yang cowok pun lebih pada kesiapan mental, secantik apakah dia nanti jangan2 saya kegantengan saya kalah dengan kecantikannya ?

Tetapi diluar sana, masih ada juga sosok2 yang menjual kecantikan fisik hanya sebatas untuk mengisi perut. Krisis berkepanjangan yang bikin susah pekerjaan untuk dicari dan angka pengangguran yang makin tinggi, membuat banyak orang khususnya kaum wanita seolah nggak punya pilihan lain selain "menjual" apa yang tersisa dari tubuhnya yakni masalah harga diri. Tiap nonton "Patroli" atau "Buser", kayaknya tiap hari ada aza perempuan yang kejaring operasi dengan sebutan untuk mereka antara wts ( wanita tuna susila ) atau yang lagi ngetrend disebut psk ( pekerja seks komersial ). Kita menjadi tidak kenal, siapa suaminya yang sah ?

Jadi ternyata seorang perempuan, khususnya yang telah berumahtangga dan menjadi istri seseorang, beban kehormatan yang harus ditanggung memang berat. Tetapi bukankah dibalik itu semua, justru sang istri dapat menjadi pelita keharmonisan dan menjaga kesuciannya khususnya bagi suami dan bagi teladan keluarga pada umumnya ? Enggan untuk membagi perhatian dengan siapapun selain dengan orang yang dicintainya. Kedengarannya egois banget, tetapi itulah cinta, kalo katanya Kla Project sich " Tak bisa ke lain hati".

Dan penulis sedang mencari orang tersebut. Cuma masalahnya, dimanakah dia ? Apakah kini aku tengah tersesat dalam mencarinya ?

"If you are ever separated from me & can’t find me, go back to the place where we were 1st separated. I will come & look for you."  ( the keywords from "Meteor Garden 2" )

Hope ( 16/11/02 )

Filed under: HIMspirit2002 : Nov-Des — himfiles at 9:05 pm on Friday, May 19, 2006

Orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. ( Ibrani 11 : 35 )

Entah harus terharu atau bahagia ketika penulis nonton episode The X-files saat Scully bertemu lagi dengan Mulder di penjara. Seakan saya jadi teringat banyaknya mereka yang lebih rela ditahan untuk memegang teguh prinsipnya ketimbang harus menyangkal kata nuraninya. Tetapi yach mengapa hal itu jarang kita temui di Indonesia ?

Prinsip. Katanya itu yang tidak dimiliki sebagian besar rakyat kita khusunya dalam sifat pemimpin kita. Dulu waktu kampanye, janji semua parpol muluk semua. Ngomongnya bila mereka terpilih untuk duduk di pemerintahan bakal berpihak pada wong cilik, tetapi eh seudah berkuasa disaping lupa ama janjinya terdahulu justru tindakan kkn mereka sekarang lebih malu-maluin ketimbang zaman orde baru yang mereka tumbangkan. Lihat saja, tanpa punya malu bisa-bisanya gubernur dipimpin seorang tersangka kasus HAM ataupun ketua DPR malah seorang terpidana. Masih adakah harapan terbaik di negeri ini tatkala moral dan etika pemimpin kita masih seperti itu ?

Ini bukannya karena penulis ngefans ama karakter Mulder, meski ada beberapa pendapatnya tentang alien yang nggak saya setujui. Tetapi ada satu sifat yang saya suka darinya bahwa dia gigih mempertahankan apa yang dia yakini telah ditutupi lewat konspirasi terselubung pemerintah. Dia sadar bahwa kemungkinan dirinya bakal menghadapi resiko besar sudah menjadi bayarannya.

Demikian juga kiranya bagi orang2 yang telah percaya padaNya. Terkadang diri kita merasa terpencil di tengah gemerlap laju dunia. Kasarnya, di masa kini kalo nggak edan yach nggak kebagian. Korupsi dipertontonkan, kolusi disuburkan,  makna kebenaran dan bisikan hati nurani seolah tengah tenggelam oleh kekuasaan dan uang. Orang yang mewartakan kebenaran malah disingkirkan. Masih adakah harapan ?

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, itu berarti harapan itu masih ada. Dia telah melakukan satu jalan yang bagi manusia tidak mungkin dan bahkan kalo dipikir secara nalar malah tidak masuk akal, yakni mengutus Yesus ke dunia ini. Yesus berani menanggung derita di kayu salib, karena Ia tahu anugrah BapaNya bakal tercurah lebih dahsyat untuk manusia atas pengorbananNya.

Jadi apakah kesenangan kita hanya berakhir didunia saja, atau hendak mendapatkan yang lebih lagi di alam baka nanti ? Seorang atlet saja harus didera banyak latihan dulu untuk mendapatkan prestasi tertinggi, maka semoga tiap hari kita pun senatiasa bersukacita telah dilatih olehNya baik dalam suka maupun duka. Stefanus bersedia menjadi martir karena ia tahu benar bahwa  pengorbanannya bisa membawa banyak pengaruh bagi keselamatan sesamanya. Sanggupkah kita menjadi martir yang berkenan bagiNya ?

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. ( II Korintus 4 : 17 )

The secrets of friend ( 02/11/02 )

Filed under: HIMspirit2002 : Nov-Des — himfiles at 9:03 pm on Friday, May 19, 2006

Kepada orang yang karib kepadaKu Kunyatakan kekudusanKu, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaanKu. ( Imamat 10 : 3 )

Sahabat. Katanya sahabat yang baik itu bukan hanya datang ketika kita lagi senang tapi kabur ketika kita lagi susah. Sayangnya enggak semua sahabat seperti itu, kebanyakan pas mereka lagi susah datangnya ke kita, tapi pas lagi happy malah menikmatinya sendiri. Setidaknya itu yang penulis rasakan semenjak menginjakkan kaki di kota Jakarta, kental banget rasa individualisnya. Contoh paling gampang adalah kondisi macet di ibukota ini, tiap orang nggak mau ngalah saling serobot jalan biar paling cepet sampe tujuan.

Saya jadi teringat film "Now and then", yang kisahnya tentang persahabatan 4 orang anak perempuan sampai akhirnya mereka punya kehidupan lain setelah dewasa. Dari yang tadinya hanya teman bermain yang suka ledek-ledekan, terus beranjak dewasa mereka saling membantu permasalahan pribadi yang dihadapi masing2 karakter. Senang banget bila reunian seperti itu.

Dalam literature Alkitab, kita juga banyak mengenal berbagai tokoh yang bisa menjadi "sahabat" Tuhan, beberapa contohnya seperti : Abraham, Daud, Daniel, dan Ayub. Abraham disebut sebagai bapa orang beriman, karena meskipun secara alam fisik dia sadar tidak mungkin punya keturunan di usianya yang sudah cukup tua tetapi imannya berhasil mengalahkan itu semua. Itu mengajarkan saya untuk bisa mempercayai teman kita dalam kondisi sesulit apapun. Lalu Daud yang selalu bergantung padaNya, memberi teladan bahwa seorang sahabat haruslah juga bisa diandalkan dalam suka maupun duka. Kemudian Daniel yang mendapat beberapa rahasia Tuhan, memberi kita pemahaman bahwa seorang teman adalah tempat kita dapat mempercayakan rahasia. Dan Ayub, meski pada perjalanan hidupnya sempat menderita luka batin tetapi ia tetap tabah dan mau menerima baik buruknya suatu keadaan karena ia yakin Tuhan punya alas an yang baik untuk dirinya.

Contoh paling nyata tentu saja kita harus meneladani kehidupan Yesus. Ia mengasihi manusia. Ia menempatkan dirinya sebagai sahabat umatNya, Ia merelakan nyawaNya agar bisa menyelamatkan nyawa manusia dari tangan maut neraka. Apakah kita sahabat yang seperti itu yang bisa menjadi tempat teman kita bergantung dan bersandar dalam kondisi apapun ?

Dia memberi kekuatan kepada yang lemah dan menambah semangat kepada yang tidak berdaya. ( Yesaya 40 : 29 )

Make it with you ( 05/10/02 )

Filed under: HIMspirit2002 : Sept-Okt — himfiles at 8:59 pm on Friday, May 19, 2006

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia : "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air." Kata Yesus : "Datanglah !" ( Matius 14 : 28-29 )

Ide topik kali ini datangnya dari salahseorang rekang imel saya, isinya sich seputar kerja kantornya. Walau bukan nada mengeluh, tetapi dia berpikir bahwa kerja kerasnya selama ini seakan membentur tembok. Udah sering lembur, tapi gaji kagak naik-naik. Justru mereka yang kelihatannya kerja biasa-biasa saja malah makin mantap posisinya. Ada lagi seorang teman yang mengajak bertukar pikiran tentang bagaimana mencari kerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi, apa relevansinya cerita pembuka ini dengan ayat diatas, simak tulisan dibawah ini.

"Mau kaya, jangan mau jadi karyawan !", demikian judul sebuah artikel beberapa bulan yang lalu disebuah majalah bisnis yang saya baca selintas di gramedia. Disitu dipaparkan, bahwa bila ingin sukses jadilah seorang entrepreneur alias jangan tergantung pada ikatan perusahaan. Tetapi khan nggak setiap orang dikaruniai bakat semacam itu, ibaratnya bila semua orang jadi guru siapa muridnya atau bila semua mau jadi majikan siapa pegawainya.

Dalam kasus lain, kita sering mendengar banyaknya demonstrasi para buruh yang seringkali menuntut kenaikan upah karena gaji yang didapat tidak selalu menyejahterakan mereka, misal kalo gaji naik 10% eh harga kebutuhan hidup malah naik lebih dari 25%. Jadi selama ini hidup mereka bagai gali lubang tutup lubang, sami mawon, boro2 bisa nabung kelebihan usaha untuk kebutuhan yang lain.

Kadang2 suka miris dan ironis juga melihatnya, sang bos bisa tanpa perlu pake absensi segala bisa bepergian berhari-hari tetapi kalo karyawan bolos sehari aza langsung kena potong gaji. Jomplangnya tingkat kesejahteraan juga sering terlihat jelas, bila sang majikan bisa nambah 1-2 rumah dalam setahun, sang bawahan boro2 bisa nabung untuk kehidupan keluarga aza masih tinggal di rumah kontrakan.

Penulis tertarik akan hal ini bukan berarti hendak mempertanyakan keadilan nasib. Mungkin cerita perumpamaan ini sudah sering anda dengar. Alkisah ada seorang kaya tengah melintas di jalan raya, kebetulan sedang di perempatan lampu merah. Timbul rasa iba ketika melihat banyaknya pengemis dan pengasong jalanan berkeliaran, katanya dalam hati sambil terkesan "memprotes" keadilan Tuhan, "Kok harus ada kemiskinan sich buat kalangan mereka ? Mengapa Tuhan melahirkan mereka dalam keadaan miskin ? Apa yang sudah Tuhan perbuat untuk mereka ?". Dan apa jawab Tuhan, "Aku sudah berbuat untuk mereka. Aku melahirkanmu ke dunia ini". Jawaban telak yang langsung menohok pribadi si kaya, yang juga seharusnya mendobrak rasa nurani keadilan sang majikan yang suka berfoya-foya.

Mengapa penulis mengambil perikop ayat diatas ? Ketika itu Petrus ingin mencoba apakah dia pun bisa seperti Gurunya, yakni Yesus yang tengah berjalan diatas air. Apakah Yesus melarangnya ? Tidak ! Bahkan Ia menyuruhnya untuk datang menghampiriNya sama seperti Ia menghampiri para murid, hanya karena kurang iman saja maka Petrus sempat hampir tenggelam. Dari sini kita lihat bahwa Yesus hendak mengajarkan bahwa Ia ingin menunjukkan bahwa para bawahan pun punya kesempatan untuk bertumbuh dan atasan jangan mengambil sikap gengsi bahwa kalo bawahannya cepat naik karirnya, maka jabatan sang atasan tengah terancam.

Baca juga Lukas 19 : 11 - 27 dan Kolose 3 : 22 - 25.

Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah kamu juga mempunyai tuan di sorga. ( Kolose 4 : 1 )

Cellular automata ( 21/09/02 )

Filed under: HIMspirit2002 : Sept-Okt — himfiles at 8:58 pm on Friday, May 19, 2006

Karena Tuhanlah yang memberi hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian. ( Amsal 2 : 6 )

Bulan Juli 2002 yang lalu, di Bali diselenggarakan olimpiade fisika internasional ke-33, dimana tim Indonesia berhasil menyabet 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Dan kabarnya kelima peserta dari negara kita ini udah banyak dapat lamaran studi keluar negeri, lho ! Tetapi penulis bukan akan membahas profil mereka, tetapi soal ilmu fisikanya itu sendiri. Silakan membaca.

Anda yang penyuka fisika, pasti tahu banget dengan istilah teori pergerakan planet dari Galileo, teori gravitasi dari Newton, dan tentu saja teori relativitas dari Einstein. Kini muncul lagi gebrakan (teori) baru yang menurut pembaca yang pernah menengok resensi buku "The new kind of science" ini memiliki gaya provokasi hebat yang setara dengan jurnal "The origin of species"-nya Charles Darwin. Adalah Stephen Wolfram dengan teori "cellular automata" yang mengklaim dapat memecahkan hampir semua aspek fisika yang belon terpecahkan misterinya.

Apa sich "cellular automata" ? Arti gampangnya adalah penggabungan proses fundamental penciptaan pola keteraturan dengan bantuan komputer untuk mengambil data chaos yang menghasilkan output derajat kompleksitas yang dahsyat. Bila Newton butuh bantuan kalkulus diferensial dan Einstein perlu mempelajari dulu aljabar empat dimensi untuk menjelaskan teorinya, nah si Wolfram ini memakai Mathematica - software komputasi teknikal dan pemprograman simbolik yang rumit tentunya dijelaskan oleh orang ahli matematika sekalipun. Dengan kondisi input yang berantakan sekalipun, ternyata bisa diduga alam tidak membuat dirinya secara kebetulan anda tahu tidak dengan istilah teori Gaia ? ). Maksudnya : kita bisa membuat prediksi kapan badai topan terjadi, dimana gempa bumi akan bereaksi, atau mengapa pola kristal es bisa terjadi simetris, dsb. Mau lebih jelas, cari dech bukunya lebih lanjut.

Mengenai diri Wolfram-nya sendiri yang lahir tahun 1959, kebayang nggak oleh anda bahwa waktu umur 15 tahun udah pintar bikin makalah fisika sendiri berkategori advance pula. Pas kuliah di Oxford, langsung menyikat bangku semester enam tetapi karena katanya "mendengarkan dosen malah buang waktu", dia pun keluar dari universitas bergengsi ini dengan meninggalkan warisan jurnal fisika kelas tinggi. Tetapi nggak seperti kebanyakan jurusan fisika yang drop-out terus nganggur, ia langsung ditarik ke California Institute of Technology ( Caltech ) dan hanya butuh setahun langsung dapat gelar PhD. Lalu di usia ke-31, ia diterima di Princeton untuk riset fisika, tetapi nggak begitu betah. Maka pada tahun 1986, ia buat perusahaan sendiri dan menjadi CEO-nya, sehingga kalo peneliti lain hidup risetnya kudu nunggu kucuran dana pemerintah, kalo dia sich suka-suka aza.

Sumber bacaan diatas diambil dari KOMPAS, 29 Juli 2002, halaman 32, penulis : Jansen H Sinamo. Nggak terkira betapa cepatnya teknologi berkembang sekitar 2 abad kebelakang ini, waktu seakan dipercepat. Pengetahuan yang tadinya terkunci, kini mulai terkuak satu demi satu. Tetapi tentunya itu dengan seizin Yang Maha Tahu. Apa tujuannya baru sekarang pengetahuan itu dinyatakan olehNya, itu masih misteri. Tetapi buat anda yang belum terpuaskan oleh berbagai pengetahuan, silakan simak ayat dibawah ini :

Kata Yesus kepada mereka : "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi". ( Yohanes 6 :  35 )

Family tree ( 07/09/02 )

Filed under: HIMspirit2002 : Sept-Okt — himfiles at 8:56 pm on Friday, May 19, 2006

Jadi seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. ( Matius 1 : 17 )

Tulisan kali ini sebenarnya telah dibuat sekitar sebulan lebih yang lalu. Idenya muncul ketika nonton film seri komedi "Friends" yang salahsatu episodenya menceritakan soal Ross dan Rachel yang hamil tengah takjub akan hadirnya "kehidupan" yang mereka lihat via USG. Yang bikin gua terenyuh, mereka berdua sambil berpegangan tangan melihat sang calon bayi itu dengan rasa syukur, nggak seperti kebanyakan ibu2 yang panik dan malah dengan teganya mengaborsi kandungannya sendiri.

Menarik sekali ketika membuka pasal pertama dari kitab Matius, yang diceritakan pertama kali adalah soal catatan silsilah manusia dengan angka 14 yang "kebetulan". Sedangkan mungkin untuk urusan silsilah diri kita sendiri aza banyak yang hanya tahunya sampai 2-3 generasi karena boro-boro inget soal nyatet gituan wong untuk urusan nyari makan saja masih susah.

Hal diatas menurut ahli paleontology mendukung teori pohon keturunan, artinya itu untuk menggambarkan bagaimana proses keturunan manusia dari bani Adam. Tapi itu tidak berarti sesuai dengan penggambaran dalam teori Darwin, yang pada gambar sampul bukunya Origin Species digambarkan evolusi itu mirip perubahan fisik dari waktu-waktu dari bentuk rupa seperti monyet sampai golongan homo sapiens.

Ada yang membingungkan kok manusia sekarang ini nggak bener-bener mirip ama keturunan mereka yang rata-rata berkulit putih dan berjanggut, bahkan ada yang kulitnya hitam, matanya sipit, rambutnya keriting, dsb. Dan gara2 ini muncullah teori semak, artinya pada awalnya manusia tidak hanya "satu jenis" saja. Kontroversi soal ini pun berlanjut yang tentunya mendapatkan tentangan dari pihak agamawan.

Penulis tidak akan berkomentar jauh soal hal diatas. Yang mau saya ungkap adalah meski kita -kita ini pada awalnya bukanlah bangsa pilihan Tuhan, tetapi syukurlah bahwa kini kasih karuniaNya itu boleh kita terima juga. ( baca Roma 9 - 10 ). Tuhan tidak peduli akan asal-usul kita entah dari kalangan kaya-miskin atau jelek-cantik. Tuhan juga tidak peduli seberapa besar dosa yang pernah kita buat, asal kita mau mengaku dosa dan bertobat dari segala pelanggaran. Dan kita sekarang boleh dilayakkan menjadi anak-anak Tuhan bagi yang percaya dan berkenan padaNya.

To beat the world ( 24/08/02 )

Filed under: HIMspirit2002 : Jul-Agt — himfiles at 8:54 pm on Friday, May 19, 2006

Ia berkata kepada mereka : "Karena kamu kurang percaya. Sebab aku berkata kepadamu : Sessungguhnya sekiranya kamu mempuntai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini : Pindah dari tempat ini kesana, - maka gunung ini akan pindah dan takkan ada yang mustahil bagimu." ( Matius 17 : 20 )

Rilis tulisan ini bertepatan dengan ultah 3 stasiun tv swasta kita : RCTI, SCTV, dan TVRI. Sebelum tahun 90-an  boleh dikatakan hiburan layar kaca yang ada hanya TVRI, udah siarannya monoton eh pemirsanya ditarik iuran segala. Berbeda dengan sekarang, TVRI yang milik pemerintah itu kini tengah bersaing dengan banyak tv swasta nasional. Penulis tidak akan membahas soal dinamika industri pertelevisian ini, jadi silakan disimak aza apa yang mau disampaikan dibawah ini.

Penemuan yang mengguncangkan dunia sebelum era internet maupun satelit  luar angkasa, bisa jadi kita berikan pada sebuah kotak berlayar kaca yang diberi nama televisi. Zaman baheula tidak terbayangkan usaha manusia dalam bidang teknologi akan sebegitu cepatnya. Dengan ditemukannya listrik dan lampu pijar saja, masalah penerangan di malam hari seolah teratasi. Lalu masalah komunikasi pun seolah terpecahkan dengan ditemukannya telegram dan telepon. Tapi semuanya itu belum ada sentuhan "entertaining" sampai munculnya perangkat tv. Dengan tv, suasana malam seolah cepat berlalu dengan banyaknya acara hiburan tanpa perlu repot-repot ke tempat pertunjukkan dan komunikasi berita pun lebih punya greget dengan tampilan visual.

Televisi baru terbatas hanya alat untuk memindahkan gambar saja dari stasiun pemancar ke antenna penerima siaran. Dan tentunya impian manusia tidak sebatas itu saja. Muncul angan-angan bagaimana kalo media yang dipindahkan itu manusia sendiri, jadi tidak perlu lagi yang namanya alat tranportasi konvensional yang makan waktu. Bila anda penggemar startrek, setidaknya impian itu sedkit terhibur dengan adanya alat canggih bernama "teleportasi", tinggal masuk "terminal keberangkatan" lalu pencet koordinat lokasi yang diinginkan, maka wush… sang penumpang bisa pindah dalam sekejap di lokasi yang telah ditentukan.

Teknologi lainnya yang "ditawarkan" film seri fiksi itu adalah kecepatan warp. Jadi kalo kecepatan kapal laut dihitung secara knot dan kecepatan concorde kabarnya sudah ultrasonic, maka kini yang dikejar adalah mendekati batas kecepatan cahaya, bahkan menurut teori relativitas Einstein bahwa ada kemungkinan kita bisa melampaui kecepatan cahaya tentunya dengan sejumlah syarat. Beberapa peneliti di luar negeri kabarnya sudah berhasil untuk proyek "kecil" memindahkan materi ini dengan mengujicoba memindahkan sebuah sinar laser yang dipancarkan secara garis lurus di 2 medium yang berbeda.

Sementara para ilmuwan sedang sibuk bereksperimen soal diatas, ternyata dari pribadi manusia bisa lho punya "kekuatan" memindahkan benda, bahkan mengalahkan dunia. Syaratnya sederhana, anda harus punya iman kepada Tuhan yang benar, bukan kepada jimat atau petuah dukun, lho !

Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia : iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain daripada dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah ? ( I Yohanes 5 : 5 )

Free to serve ( 17/08/02 )

Filed under: HIMspirit2002 : Jul-Agt — himfiles at 8:53 pm on Friday, May 19, 2006

Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. ( Galatia 5 : 13 )

Edisi ini pada awalnya tidak terjadwal, tetapi karena ada dorongan "mood" yach dengan senang hati penulis mau bagi2 buat anda. Nggak kerasa yach Indonesia udah merdeka, umurnya 47 tahun pula. Tapi apa bener rakyatnya udah merdeka ?

Euphoria. Dulu para pemimpin bangsa kita dan juga rakyatnya betapa gegap gempitanya menyebut kata "merdeka !" setelah proklamasi dikumandangkan 57 tahun lalu. Kini kata "reformasi" paling sering diteriakkan di jalan, entah didepan gedung dpr/mpr, bundaran HI, maupun istana negara oleh para demonstran, baik yang niatnya beneran maupun bayaran. Ternyata bener juga kata pepatah bijak, sekejam-kejamnya bangsa asing yang menjajah masih lebih pedih kalo dijajah bangsa sendiri. Katanya bangsa ini pernah "dijajah" selama 32 tahun oleh rezim Soeharto, tapi tokh nyatanya meski secara label orde baru sudah hilang tapi kok derita rakyat belum berakhir.

Yang tadinya getol bersembunyi dibalik dalih "atas nama kepentingan rakyat" justru paling getol bikin kebijakan nyusahin rakyat. Yang tadinya mengaku paling bersih moralnya, eh malah paling teratas peringkatnya soal korupsi. Sementara rakyatnya kudu tiap hari berjuang demi sesuap nasi, eh wakil rakyatnya malah enak-enakan buka "showroom" di gedung rakyat. Kata pengamat politik sich, kita lagi masuk zaman bebas kebablasan. Mentang2 dulu pernah dikekang ama rezim otoriter, jadi pas udah legaan dikit aza jadi bertindak semau gue.

Yang agak menggelikan, baru-baru ini ada rilis terbaru bahwa departemen di kabinet yang paling tinggi angka penyelewengan data keuangannya justru di departemen agama, astaga !!! Yang juga memprihatinkan adalah para anggota parlemen itu malah meributkan bagaimana mengganti pasal 29 UUD 1945, dan bukannya merombak akhlak bebal mereka.

Ada lagi selentingan yang muncul bahwa kalo ada koruptor mati sebaiknya tidak usah disembahyangkan menurut agamanya sampai harta kekayaannya dibalikkin ke rakyat via negara. Buset, dah ! Seolah dosa bisa dibayar lewat materi saja. Boleh saja sebagian orang mengganggap bisa "mencuci" dosa mereka lewat puasa, amal baik, kesalehan, atau bagi2 sumbangan, tetapi tidak bisa lalu dengan dalih demikian bertindak sewenang-wenang. Tuhan Maha Tahu, mana perbuatan anda yang benar-benar karena buah kasih atau cuma sebatas mau "nyogok" Tuhan. Tuhan tidak senang "sogokan" yang pake pamrih segala, Ia senang dengan kerelaan hati.

Jadi, merdekalah untuk melayani sesama dan bukan melayani diri sendiri. Dirgahayu Indonesia, semoga kuasa dan berkat belas kasih Tuhan menjamah bangsa ini.

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan yang baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamnya. ( Efesus 2 : 8-10 )

Going home ( 10/08/02 )

Filed under: HIMspirit2002 : Jul-Agt — himfiles at 8:52 pm on Friday, May 19, 2006

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul  dan mencium dia. ( Lukas 15 : 20 )


Tulisan ini dibuat setelah penulis secara tak sengaja menyaksikan episode terakhir Kabut Cinta yang mengisahkan melodrama Asia dengan tokoh antara Shu Huan - Yi Ping dan Dufei - Ru Ping. Diceritakan pada akhir episode tersebut, karena rasa cinta yang begitu besar pada Shu Huan, Yi Ping rela berkali-kali menunggu di stasiun kereta api setiap hari dan meyakini bahwa suatu hari kekasihnya akan pulang dan ia akan menerima keadaan apapun yang terjadi. Terlalu gombal ?

Pulang. welcome home. Pukul 17.00 wib alias jam 5 sore di hari kerja bagaikan oase rutinitas kerja, karena rata2 jam segitu pada banyak karyawan yang pulang kantor. Tetapi untuk ukuran denyut nadi Jakarta, itu hanyalah awal dari perjuangan untuk sampai kembali ke rumah. Banyak orang yang ngantornya di Jakarta, eh mau-maunya pulang ke rumah yang lokasinya sekitar Tangerang, Bekasi, Depok, bahkan Bogor. Jadi prinsipnya, pergi saat matahari belum bersinar dan pulang ketika matahari sudah tenggelam karena harus menghindari jebakan macet di jalan.

Tetapi di tengah geliat ibukota, banyak juga lho yang malah kalo lagi "happy hour" justru bukannya kangen ama keluarga di rumah, tapi mampir dulu ke café atau diskotik. Katanya sich cari "having fun", karena disitu bisa cari bahan gossip dan teman pergaulan. Tapi bagi mereka yang dicap "kurang modern", ada yang menanti di rumah adalah suatu kebanggaan. Saya membayangkan seperti romantisme film2 tempo doeloe, ada sang istri dan anak yang menanti dengan sabar di depan pintu kedatangan sang suami dan bapak anak-anak, lalu ketika baru tiba di depan pagar datanglah mereka berlari untuk memeluk sang ayah seakan penat seharian lenyap sudah.

Bagi yang sudah punya pacar, kita kadang terharu dan jadi berpikir, apakah jodoh kita akan berbuat hal yang sama untuk kita untuk menyambut pulang kita dengan penuh bahagia kala kita mungkin tidak punya apa-apa lagi yang bisa dibanggakan ? Tetapi ada satu Pribadi yang pasti akan menyambut kita saat kita bahkan kehilangan segalanya untuk hidup di dunia ini. Ketika kita tidak punya alas an untuk hidup di dunia karena tidak ada yang mempedulikan kita lagi, ingatlah di Surga masih ada Tuhan yang mau menyambut kita kembali.

Next Page »