HIMfiles : HIMspirit2008 ed.

because life is a miracle

The third wave : Gen Y ( 01/12/03 )

Filed under: HIMspirit2003 : Sept-Des — himfiles at 8:54 pm on Friday, June 16, 2006

"In 1564, Nostradamus predicted the destruction of personal responsibility in three destructive waves of bommers; in the first waves, boomers got started just after World War II; in the second wave, generation X was pretty much wiped out by boomers 1; and now we are in the most frightening, the third wave generation Y"


Natal 2003. Tema2 yang diusung beberapa koran ibukota untuk memperingari Natal tahun ini tampaknya beragam. Ada yang mengajak untuk kita merenung atas makna "kelahiran" sang Juru Selamat ditengah suasana carut marutnya kehidupan masyarakat pada kala itu dibawah penindasan Herodes lalu menghubungkannya dengan kondisi Indonesia sekarang, ada yang memberi makna bahwa harapan akan kehidupan di masa depan selalu ada meskipun tampaknya dimulai dari sesuatu yang kelihatannya hina di mata manusia, ada pula yang mengambil sudut pandang dari segi astronomi tentang peristiwa bintang besar di kota Betlehem apakah itu cuma penampakan kumpulan besar komet, tabrakan meteor, atau konjungsi Saturnus - Jupiter. Dari sisi spiritual, juga mulai muncul keheranan bahwa Natal dimaknai oleh kalangan pelaku bisnis terutama di mal-mal dan pusat perbelanjaan sebagai hari belanja, kemewahan, dan konsumerisme.

Ada yang bilang bahwa seharusnya perayaan Paskah pun seharusnya diperlakukan sama seperti Natal, dalam pengertian bukankah Paskah juga berarti tanda ajaib bahwa Yesus bangkit mengalahkan maut dan menjadi satu-satunya jalan kembali manusia memperoleh kekudusan. Sebab hanya dalam Kristus, kita boleh dibenarkan di hadapanNya.

Anda heran mengapa dalam kalimat pembuka diatas bukan lagi dikutip ayat dari Alkitab ? Jangan heran, edisi penutup tahun memang kudu nyentrik sedikit, he he he.

Saya tidak tahu apa yach nama generasi saat Yesus terlahir di muka bumi ini. Generasi saat belum ada listrik, computer, handphone, film, radio, tv, mobil, apalagi satelit. Saya sulit membayangkan seandainya Yesus secara fisik terlahir pada zaman sekarang. Pasti sulit sekali kita andaikan sekalipun Yesus dianggap "bersalah" maka hukumannya adalah penyaliban. Zaman hi-tech, orang bilang. Atau Nostradamus membaginya dalam 3 fase, pertama : baby boomer, kedua : gen X, dan ketiga sekaligus terakhir adalah gen Y.

Baby boomer seperti kita tahu terjadi setelah perang dunia kedua berakhir, banyak orang kaya baru dan kalangan selebritis bermunculan dengan cirri-ciri sikap konsumerisme mulai dieksploitasi untuk pembangunan negeri. Meski demikian di kalangan anak2 muda zaman itu muncul pula perlawanan trend yang kita kenal dengan sebutan generasi buinga ( flower generation ), yang mana bentuk "monument" yang paling kentara banget adalah konser "edan" bernama Woodstock.

Gen X terbit sekitar era 80-an, ketika itu peralatan elektronik begitu dahsyat merambah kehidupan rumah tangga kita, mulai dari peralatan audio-visual sampai computer. MTV yang berkibar pada era ini juga menambah deras gejala gen-X yang muncul bahwa trend kawula muda adalah aktualisasi diri, ingin terpandang bukan dari segi kesuksesan materi tetapi juga personality brand.

Gen Y. Fase ini ditandai dengan kehadiran internet. Dunia seolah tanpa batas, kendala waktu bukan lagi tantangan. Kita seolah-oleh tengah membangun menara "babel" yang baru, manakala muka bumi ini disatukan kembali agar tidak terserak. Contohnya : saat terjadi tragedy 911 di WTC, pada detik itu juga semua masyarakat dunia tersentak. Bandingkan dengan peristiwa Pearl Harbour misalnya, untuk kejadian yang sama mungkin masih ada kendala beberapa menit untuk mengabarkan itu semua.

The frightening generation ? Apakah ini fase terakhir sebelum kiamat, saya tidak tahu. Tapi memang, tanda2 zaman akhir sudah dekat cukup jelas. Ketika ciri masyarakatnya makin individualistis, maka kehampaan spiritual makin tampak jelas. Berbagai penemuan teknologi semacam SOHO ( small office home office ) dan mobile-offce, selain memang parktis tetapi juga negatifnya menyebabkan interaksi antar manusia semakin berkurang.

Kesendirian dan kekosongan jati diri ini yang suka mengakibatkan orang kadang tidak tahu bagaimana memuaskan lapar "rohani"-nya. Agama yang tadinya bisa dianggap sebagai sarana pun belakangan malah menampakan banyak bopeng lewat penampilan para pengerjanya. Ngomongnya sich di mimbar kayak mulia banget, tapi pas di lingkungan keluarganya suka main gampar.

Mati satu, tumbuh seribu. Kebangkitan harus didahului oleh kematian terlebih dahulu. Sama seperti biji harus dijatuhkan dulu ke tanah, mati agar dia dapat bertumbuh. Kita menyadari bahwa hidup ini hanya satu kali, tetapi ada satu sosok pribadi yang terus hidup terus dalam sanubari kita, Ia yang memberi terang hidup dan inspirasi segala generasi apapun juga akan jalan yang harus kita tempuh. Namanya agung dan berkuasa, dialah Yesus Kritus Tuhan. Alfa dan Omega.

Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anakKu. ( Wahyu 21 : 7 )

How matrix are you ? ( 27/09/03 )

Filed under: HIMspirit2003 : Sept-Des — himfiles at 8:53 pm on Friday, June 16, 2006

Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab kesanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selamanya. ( Mazmur 133 : 3 )

Maaf, yach baru sekarang bisa tune-in lagi, semata-mata ini masalah teknis aza kok alias pc dirumah lagi hang, tapi sekarang syukur udah relatif sembuh. Nah, memasuki bulan November ini, kabar paling gress dari dunia hiburan mancanegara adalah seputar bakal dirilisnya sekuel ketiga The Matrix bertajuk The Matrix Revolutions yang direncanakan world premiere pada tanggal 5 November 2003 ini. Apakah bisa melebihi kehebohan pada saat The Matrix Reloaded ditayangkan, kita tunggu saja.

Pada mulanya adalah The Matrix, sebenarnya di sekuel pertamanya sendiri sang sutradara hendak menyampaikan "ideologi"-nya tentang apa itu matrix, meski lagi2 di sekuel keduanya pun kita masih bingung makhluk apakah matrix itu ? Masa depan teknologi, ruang paralel, atau sekedar khayalan imajiner layaknya orang tengah bermimpi panjang ? Entahlah, yang pasti pada The Matrix pertama, adegan mengangkang ala Keanu Reeves dengan memakai sudut pengambilan diam tapi berputar berkeliling itu membuat takjub para pembuat spesial effect film2 pada zamannya.

Lalu pada summer tahun 2003 ini, Matrix Reloaded kembali menggemparkan dengan scene kebut-kebutan di jalan raya yang tidak terlupakan, ledak-ledakan, dan musuh-musuh baru yang lebih menantang. Sementara inti ceritanya sendiri apa, wah pas saat keluar bioskop pun kita masih nggak ngerti apa itu the matrix. Apakah itu seperti perjalanan roh yang tengah menjelajah sumsum nadi

Dan ini dia sekuel terakhir yang udah ditunggu banget, Matrix Revolutions, disamping tentunya Desember nanti bakal dirilis sekuel terakhir pula dari "The Lord of The Ring : Return of the King". Revolusi seperti apakah yang hendak ditawarkan oleh sosok Neo, Morpheus dan Trinity untuk mengubah kekacauan dunia (film) matrix ini ?

Yang menarik di sebagian kalangan agamawan, film The Matrix ini kalo ditelusuri secara filosofis mirip dengan konsep dunia yang tadinya aman tentrem tiba2 rusak oleh sesuatu yang sulit dikambinghitamkan siapa yang salah. Kira2 mirip kondisinya ketika Adam menyalahkan Hawa, terus Hawa menyalahkan si ular, begitu kira2 awal yang mau digambarkan sang sutradara sehingga dunia yang tadinya bersifat kekal tiba-tiba manusia harus menghuni dunia yang fana dan tengah menuju penghancuran total. Untuk mencegah itu semua lalu muncullah tokoh Neo dalam film sebagai "juru pahlawan" untuk membasmi itu semua. Nah, pembaca pikir itu merujuk pada siapa ? Dan yang juga menarik adalah ketika sang kreator memilih nama Zion. Tidakkah ini mirip sebuah tempat bernama Sion dalam kitab2 suci ? Sion yang kini diidentikan dengan Yerusalem sekarang .

Revolusi itu pastinya berupa pertempuran, demikian juga seperti yang digambarkan dalam kitab Wahyu bahwa akan terjadi peperangan terdahsyat dalam sejarah manusia yang bakal terjadi di Harmagedon ( Wahyu 16 : 16 ). Kalo dibayangin, tentu serem banget wong Perang Dunia 1 dan 2 aza udah bikin membuat banyak bangsa menderita. Perang Dunia 3 ? Semoga kita bisa melewati dengan cara memenangkannya. In GOD we win !


Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.
( Wahyu 21 : 1 )

Everybody hurts ( 13/09/03 )

Filed under: HIMspirit2003 : Sept-Des — himfiles at 8:52 pm on Friday, June 16, 2006

Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggoat turut bersukacita ( I Korintus 12 : 26 )

Awal bulan September 2003 ini, dunia pendidikan Indonesia dikejutkan oleh kematian Wahyu Hidayat. Tentu tidak begitu heboh ceritanya kalo cuma kasus kecelakaan atau kebakaran doang, ia mati ketika mengikuti taraf "pembinaan" oleh sang senior di sebuah lembaga yang harusnya menjadi abdi masyarakat yakni di STPDN. Maka marak kembalilah pro kontra perlu tidaknya kegiatan semacam mapram, inagurasi, ospek, inisasi, atau apalah nama bentuk orientasinya di jenjang perguruan tinggi. Menurut kamu gimana ?

Penulis juga pernah mengalami hal semacam ospek begituan saat memasuki tahap "calon mahasiswa". Kegiatannya sendiri sekitar 4 hari gitu dech. Hari pertama, buat yang laki-laki disuruh mengubah penampilan, diantaranya rambut kudu botak sedangkan yang cewek kudu dikuncir berapa puluh pilin. Ditambah kudu nyari barang2 yang kurang kerjaan banget kalo dipikir seperti : pake topi pak tani merah putih, tas sarung goni, kacamata kuda, sepatu tujuh warna, de el el. Untuk hari2 berikutnya mulai muncul sikap aneh-aneh, entah main bentak nggak jelas, suruh nyari koran 3 bulan lalu, bikin steak rasa stroberi, bikin resume Buletin malam, pokoke hal2 yang sulit dikerjain dech. Tentu aza nggak semua tugas ngawur itu bisa dituntaskan semua, dan sebagai "hukuman"-nya mulailah sang senior main tugas fisik, entah itu push up 50 kali, merangkak sambil ngukur panjang jalan, dsb. Coba manfaatnya apa, selain cuma bikin bete buat kelompok junior dan lucu-lucuan buat sang senior.

Dan "dendam" turun temurun itu terus berlanjut, meski alasan klise yang muncul dari BEM bahwa kegiatan orientasi itu khan cuma "pengenalan" doang atas kehidupan kampus. Maksudnya sang junior bisa kenal mana sang senior yang galak dan mana senior yang bae2, atau bagi sang senior ini jadi ajang murah meriah buat nyari "daun muda". Tokh, meski demikian korban tetap berjatuhan di saat institusi yang anggotanya sering turun demonstrasi berharap aksi kekerasan di negeri ini usai malah mempraktekan apa yang mereka tentang.

Sudah bukan hal "aneh" bila pas tahun semester awal digelar, sang junior bakal dibekali mental "jumawa" atas masing2 jurusan ama fakultasnya, so bukan kejutan lagi misalnya kalo tiap Tahun pasti aza ada keributan entah itu tawuran antar junior jurusan Teknik Sipil vs Teknik Elektro. Padahal mereka sama2 kuliah di universitas yang sama.

Kematian satu orang adalah tragedi, sedangkan kematian ribuan orang adalah statistik. Begitu kata "bijak" seorang pemimpin yang tiran tempo doeloe. Mungkin ada nada menyepelekan nyawa manusia dalam kalimat tersebut, tapi kalo direnungkan kok bener juga yach. Kadang kita nggak begitu peduli kalo ada ratusan orang yang kena korban gusuran atau kena musibah kebakaran, tapi coba kalo ada satu public figure saja yang meninggal kayak Lady Diana dulu, sontak hampir seluruh dunia menyatakan rasa berkabungnya.

Tuhan melihat hati setiap pribadi, bukan sekumpulan orang. Itulah sebabnya Ia datang ke dunia agar tidak ada seorang pun yang binasa, catet tidak ada seorang pun yang binasa. Penulis jadi inget perumpamaan yang diberikan Yesus tentang satu anak domba yang hilang, meski yang lain sudah masuk kandang tapi Ia rela mencari sang domba yang hilang itu meski cuma satu ekor. Demikian juga seharusnya kita, kalo ada temen yang susah jangan malah nambahin bikin susah atau malah ngejauhinnya dengan alasan : ach nanti bikin repot saya saja. Bukankah kita ini bagaikan mata yang juga memerlukan telinga, atau mulut yang membutuhkan tangan ?

E = mc square ( 30/08/03 )

Filed under: HIMspirit2003 : Jul-Agt — himfiles at 8:48 pm on Friday, June 16, 2006

TUHAN berfirman kepadanya : "Apakah yang ditanganmu itu ?" Jawab Musa : "Tongkat". ( Keluaran 4 : 2 )

Rupanya hujan mulai mengguyur sebagian kota Jakarta, meski kadang2 suka nggak jelas kapan turunnya, setidaknya belakangan ini suasana ibukota jadi rada adem. Kita seakan diajak untuk menghargai alam sebagai karuniaNya yang harus dipelihara bukannya sewenang-wenang di babat habis.

Bukan lautan, hanya kolam susu.. Gitu kata Koes Plus dalam salahsatu lagunya yang isinya memuji kesuburan tanah air kita. Cuma ngebuang biji aza bias jadi tanaman, arti sederhananya begitu. Tapi entah karena rakus atau merasa dimanja Tuhan, eh jadinya alam ini kian dikuras aza. Jadi dech, kalo musim hujan banjirnya nggak ketulungan, tapi pas musim kemarau, keringnya mita ampun bikin persediaan air merosot drastis.

Kalau kita menengok negeri Singapura, apa sich hebatnya negara pulau itu ? Luas tanahnya aza nggak beda jauh ama luas kota Jakarta sehingga untuk nambahin luas daerahnya perlu adanya reklamasi pantai, belum lagi air untuk minum malah harus impor dari Johor Malaysia, dan kekayaan alam pun nyaris kagak ada. So, apa yang diperbuat ? Tidak seperti mental para pejabat di negeri kita, pemerintah negeri singa itu lalu berkaca diri untuk mengetahui potensi apa yang bisa dijual, dan jawabannya adalah jadikan negeri Singapura sebagai negeri jasa. Dan kemajuan hasilnya bisa kita lihat sekarang.

Contoh diatas kesuksesan suatu negara. Tentunya hal tersebut dapat terjadi dengan dukungan attitude warganya, dalam pengertian tiap pribadi warganya punya dorongan yang sama dengan keinginan bersama. Sederhananya, asal ada kemauan disitu ada jalan.

Kalau mengambil pelajaran dari pengetahuan fisikasosial ( wah jurusan ilmu mana tuch ? ), sebenarnya ada beberapa fenomena fisika yang bisa dijadikan pedoman dalam kehidupan social kita. Sebagai contohnya yach rumusan kreasi Albert Einstein yang jadi subject imel kita kal ini. Ia hendak menjabarkan rumus energi merupakan perkalian antara suatu massa dengan kuadrat kecepatan cahaya alias E = m.c square. Kalau mau diterjemahkan bebas, artinya untuk menghasilkan daya energi yang besar tidak perlu ada pelipatgandaan massa, tetapi kecepatan reaksi massa itu sendiri. Atau kalau diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, potensi sekecil apapun yang kita miliki bisa berdaya ledak dahsyat bila dipraktekkan dalam kecepatan yang tinggi.

Ketika Yesus melihat ribuan orang yang mengikuti perjalananNya belum makan, Ia lalu bertanya, "Apa yang ada padamu ?" Dan tahunya hanya 2 roti dan 5 ekor ikan, tokh Yesus kagak ngomel tapi malah mengucap syukur dan akhirnya justru ribuan orang bisa makan ampe kekenyangan. Jadi pelajaran yang bisa kita ambil adalah : sadari dulu potensi sekecil apapun yang kamu miliki dan mengucap syukurlah bahwa kita memilikinya. Jangan keder dulu kalo talenta yang kita miliki nggak segede bayangan orang2 dunia, bukankah seandainya kita punya iman sebesar biji sesawi aza maka kita bisa memindahkan gunung ?

From the beginning ( 16/08/03 )

Filed under: HIMspirit2003 : Jul-Agt — himfiles at 8:47 pm on Friday, June 16, 2006

Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya pada mereka. ( Kejadian 3 : 21 )

Pertama, aku mau tanya donk soal kesan anda melihat planet Mars yang pada tanggal 27 Agustus 2003 lalu bisa kita lihat sebagai bintang merah yang agak kekuning-kuningan. Kabarnya sich kejadian serupa bakal terjadi 284 tahun lagi, jadi masih lama donk ! Makanya ada beberapa dari kita yang bela-belain berdesakan di planetarium TIM atau teropong Boscha di Bandung cuma sekedar buat melihat kayak apa sich merahnya Mars.
Omong2 soal bintang yang berasal dari pancaran planet, jadi keinget kisah kelahiran Yesus yang kala itu ditandai juga dengan kehadiran bintang besar yang menjadi panduan orang2 majus. Entah anda pernah dengar rumor itu atau tidak, gosipnya pada saat Yesus lahir di Betlehem, yang menjadi bintang besar kala itu adalah kesejajaran atas posisi paling dekat planet Bumi dengan planet Jupiter. Mohon dimaafkan kalau gue salah kutip.

Fenomena Mars kali ini yang merupakan salahsatu bukti kedahsyatan ciptaanNya, ternyata bisa menimbulkan kehebohan tersendiri. Ada yang melihatnya dari sisi astronomi, kosmologi, astrologi, paranormal, ampe fengshui segala. Pembahasan ini tentunya dibumbui oleh rumor2 seperti ramalan2 tentang kondisi bangsa ini sebagai pertanda buruk atau baik. Sudah sejak lama memang langit dijadikan simbol-simbol sebagai pertanda awal apa yang mungkin terjadi dalam kehidupan manusia.
Yang paling kita kenal tentunya adalah sistem zodiak menurut kaidah orang banyak yang didasarkan pada formasi bintang2 yang dideskripsikan sesuai bentuk binatang atau benda. Tentunya harus dipikir secara nalar, masa hidup kita semata2 bergantung pada bintang, bukankah setiap orang Dia bentuk secara unik, bahkan orang kembar pun diberinya sidik jari atau tanda kelahiran yang berbeda, bahkan seringkali dengan karakter yang saling bertolakbelakang.

Masih menyangkut soal pertanda, simbol atau lambang2. Nas diatas saya kutip dari seorang pembicara kebaktian beberapa minggu yang lalu. Ayat yang begitu simpel tapi sering terlewatkan untuk direnungkan. Ketika Adam, Hawa, dan si ular tidak bisa berkelit dari kesalahan yang telah mereka buat di taman Firdaus, maka masing2 dari mereka menerima hukuman "kematian". Yang menarik adalah ketika diungkapkan bahwa keturunan si ular akan meremukkan tumit keturunan perempuan, sedangkan keturunan perempuan akan meremukan kepala si ular ( Kejadian 3 : 15 ). Pada mulanya gue nggak begitu ngeh apa maksudnya, tidak tahunya Tuhan sejak dari awalnya telah menyiapkan karya penyelamatan untuk makhluk hidup yang paling dikasihiNya ini. Cuma caranya bagaimana ?
Tuhan tidak bisa menarik lagi apa yang telah diucapkanNya bahwa ketika manusia memakan pohon "apel" itu maka manusia akan "mati". Manusia yang kala itu bersembunyi karena merasa malu atas ketelanjangannya, lalu diberikan lambang "kulit binatang" bahwa untuk membayar rasa malu atas hutang dosa manusia perlu korban darah yang tercurah. Itulah sebabnya mengapa persembahan Habil yang diterima dan Kain tidak sebagai sebuah perlambang juga ( Kejadian 4 : 3-5 ). Atau tentang kematian anak sulung sebagai tulah terakhir yang terjadi di Mesir dimana orang2 Israel diperintahkan untuk "mengecat" sisi2 pintunya dengan darah domba sembelihan yang tidak bercacat sebagai pertanda hanya Yesuslah sang "Anak Domba" yang tidak bercela sebagai korban dihadapanNya ( Keluaran 12 : 7 ). Ataupun ketika Musa mengangkat tongkat tembaganya ketika banyak orang tengah terpagut ular sebagai pertanda bahwa ketika dosa itu disalibkan maka manusia mendapatkan pemulihan bila berpengharapan padaNya ( Bilangan 21 : 8-9 ).
   

Dan masih banyak lagi tanda2 yang Ia berikan dalam literatur2 lainnya yang kalau dimuat disini bakalan jadi buku tersendiri, donk ! Kita sering membaca adanya persembahan korban bakaran di mezbah sebagai suatu lambang yang harus diakui belumlah paripurna sampai akhirnya Yesus datang memberi diriNya untuk menjadi tanggungan dosa seluruh umat manusia. Tuhan telah merancang itu semua sejak manusia jatuh dalam dosa. Semoga kita semua yang percaya dan bertobat juga termasuk dalam rencanaNya yang indah tersebut.

Dari Daud. Nyanyian pengajaran.
Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi ! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu !
( Mazmur 32 : 1-2 )

A friend or a family ( 02/08/03 )

Filed under: HIMspirit2003 : Jul-Agt — himfiles at 8:47 pm on Friday, June 16, 2006

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. ( Amsal 17 : 17 )

Masih dalam suasana ultah negeri ini yang ke-58, penulis pun tidak lupa turut mengucapkan : "Dirgahayu Indonesiaku". Yach, seperti biasanya kompleks perumahan deket rumah udah dihiasi umbul2 bernuansa merah putih, tak lupa minggu hari ini digelar juga berbagai tradisi perayaan, seperti lomba makan krupuk, balap karung, gebuk bantal, panjat pinang, poco-poco, dan masih banyak lagi. But, kali ini kita nggak akan membahas soal "Independence Day" ala Indonesia ini. Pokoke, merdeka !!!

Subject imel edisi kali ini agak lain dari biasanya. Inspirasinya penulis didapat setelah melihat versi baru film tv "The New Legend of Condor Heroes" ( Sin Tiaw Eng Hong ) di TransTV yang baru tayang mulai bulan Juli 2003 lalu. Kisah klasik ini tentunya merupakan rangkaian pertama dari sebuah trilogi cerita silat karangan Chin Yung. Kisah berikutnya tentu sudah anda kenal, yakni bertajuk "Return of Condor Heroes" ( Sin Tiaw Hiap Lu ) dan "Heaven Sword, Dragon Sabre" ( To Liong To ). Lha, kita mau ngebahas apa nich ?

Tokoh sentral dari cersil "Pendekar pemanah rajawali" ( begitu terjemahan bebasnya dalam bahasa Indonesia waktu film ini masih dalam bentuk video tape seperti Betamax ) tidak lain dan tidak bukan adalah pasangan sejoli Kwee Ceng dan Oey Yong. Yang laki-laki karakternya digambarkan sebagai pemuda lugu yang baik hati daqn sang perempuan diceritakan mempunyai sifat periang, pintar masak, dan tentu saja cantik ( pas dech ama karakter cewek impian penulis, he he he… ). Tokh memang kedua karakter tersebut yang kelihatannya bertentangan justru malah jadi magnet ketertarikan pada awal persahabatan mereka yang kemudian berkembang pada tahap pemahaman dan penghormatan atas kelebihan maupun kekurangan mereka masing2. 

Dalam film seri tv2 barat pun, banyak sekali tokoh2 karakter yang dipasangkan berduet dan mereka dipandang saling melengkapi. Misalnya nich berdasarkan film2 yang udah mampir ke tv2 kita, ada tokoh pasangan seperti : Rick Hunter - Deedee McCall ( Hunter ), Michael Steel - Laura Holt ( Remington Stell ), Ross - Rachel ( Friends ), dan of course Fox Mulder - Dana Scully ( The X-files ).

Dalam satu saat dikisahkan mereka berpisah oleh satu keadaan, tapi pada akhirnya mereka kembali bersatu bukan karena alasan picik bahwa mereka saling membutuhkan, tetapi karena keinginan bahwa tanpa kehadiran pasangan mereka, segalanya menjadi tidak sempurna. Tokh dalam kehidupan nyatanya tokoh2 yang mereka perankan tidak menjadi "cinta lokasi" kehidupan pribadi mereka, itu cuma sebatas peran akting aza, meski ada juga yang berlanjut ke pelaminan. Contoh lokalnya yach pasangan Sophan Sophian ama Widyawati.

Mungkin bagi anda hal itu cuma berlaku pada sepasang manusia saja, tapi nasihat nas diatas lebih luas lagi. Kita juga seharusnya bisa menganggap orang lain yang mungkin tidak kita cintai juga sebagai partner. Contoh sederhananya tentu banyak kita jumpai dalam pergaulan di kantor. Banyak juga rekan2 kantor yang bersikap apatis pada apa yang udah kita kerjakan, tapi bukan berarti nggak ada secuil dari mereka yang menghargai upaya kita.

Tuhan juga begitu, bukannya Tuhan lalu mengasingkan kita setelah tahu kekurangan manusiawi tetapi Ia justru datang ke dunia menawarkan persahabatan dan perdamaian antara manusia dengan Tuhan. Yesus telah mengorbankan diriNya untuk pembebasan kita sebagai orang yang dibenarkan. Apalah artinya manusia ini dimataMu, tetapi Engkau tidak malu untuk mengangkat umatmu ini sebagai sahabat. Dikala suka maupun duka.

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh karena kematian AnakNya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidupNya. ( Roma 5 : 10 )

The human show ( 19/07/03 )

Filed under: HIMspirit2003 : Jul-Agt — himfiles at 8:44 pm on Friday, June 16, 2006

Lalu bertanyalah TUHAN kepada iblis : "Apakah engkau memperhatikan hambaKu  Ayub ? Sebab tiada seorangpun dibumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." ( Ayub 1 : 8 )

Musim kemarau di Indonesia pekan-pekan ini memang membuat banyak dari temen2 kita yang keserang penyakit pancaroba, entah itu pilek, flu, pusing, dan masuk angin. Penulis doain semoga rekan2 semua dalam keadaan sehat, yach ! Eits, jangan salah persepsi kita nggak akan ngebahas soal ganti musim ini, tetapi soal tayangan tv swasta nasional yang belakangan ini kayaknya marak banget menyajikan program realitivi. "Binatang" macam apakah itu ?

Pernah nonton filmnya Jim Carrey yang berjudul "The Truman Show" ? Disitu diceritakan adanya pembuatan tayangan tv "live" 24 jam yang menyorot perjalanan hidup manusia mulai dari masa bayi ampe dewasa, tanpa si aktor utama tidak menyadari bahwa kehidupan pribadinya terus dikuntit pemirsa tv. Bila selama ini sinetron yang kita tonton cuma berdasar skenario pesanan produser, maka film tersebut hendak menggambarkan realita seorang anak manusia meski disana-sini sang pelaku yang diperankan JIm Carrey dibantu oleh para pemeran figuran yang bisa merekayasa cerita. Di akhir cerita, tampak sosok Jim Carrey yang hendak membebaskan dirinya dari kepalsuan itu semua.

Dalam kasus lain, kita juga bisa mengambil contoh dari film James Bond "Tommorrow Never Dies", dimana sang tokoh jahat diwakili dari penguasa media cetak dan elektronik yang ingin memberi sensasi dunia dengan cara merekayasa aksi terorisme biar jualannya laku. Belum lagi kalau kita mau sedikit interest, berapa banyak film yang dibuat dengan menganut prinsip "based on true story / event".

Nah, resep seperti itu kayaknya sudah banyak diaplikasikan oleh para kreator tv kita. Ketika program berita politik dan ekonomi semakin memuakan, maka lahirlah tayangan infotaintment yang belakangan ini menjamur, entah itu yang dibahas soal Inul lagi Inul lagi, atau bisa-bisanya aza bikin rumor di kalangan selebritis itu sendiri. Dalam bungkus yang lain, tayangan semacam "Katakan cinta" juga hendak mengeksploitasi rasa penasaran akan trik menyatakan cinta pada seseorang.

Beberapa tayangan realitivi impor yang sudah pernah masuk sini bisa disebut juga sebagai pemicu program model beginian, semacam "Survivor" dan "MTV The Osbourbes". Omong2 soal "The Ousbournes", kabarnya MTV bakal membuat sekuelnya dengan bayaran kontrak sekitar 20 juta USD. Keduanya mungkin nggak terlalu booming disini, karena corak budayanya lain. Tapi bagaimana reaksi pemirsa kita saat disuguhi film realitivi semacam "The Bachelorette" dan "Joe Millionaire" yang dua-duanya tayang di TV7 ?

Keduanya mengisahkan soal perburuan sang tokoh utama untuk mendapatkan satu bakal calon pendamping hidupnya dari beberapa pilihan kandidat. Bedanya, yang menjadi tokoh utama "The Bachelorette" adalah seorang wanita yang identitas aslinya telah dikenal oleh para kandidat, dan sang peran utama "Joe Millionaire" adalah pria yang identitas aslinya sebagai buruh kasar tidak diberitahukan terlebih dahulu kepada para wanita. Kedua program tv ini pada awal tayangannya masih wajar alias komunikasi untuk mencari kecocokan masih tergolong pada saat-saat kita pdkt, tapi udah jelang tahap akhir, ada kesan yang menurut rekan penulis kok kayak "bunga yang dicekoki banyak kumbang".

Saya tidak mau berpolemik soal diatas. Pada dasarnya yang ingin saya sampaikan adalah kehidupan manusia memang menarik untuk diambil hikmah oleh sesamanya. Kebahagiaan dan kesengsaraan datang silih berganti bagai putaran roda kehidupan. Banyak buku atau catatan sejarah yang setidaknya bisa memberi kita masukan bagaimana kita harus bersikap dan melangkah. Dan pada saatnya nanti, kita pun bisa menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar. Teladan bahwa kita segambar dan serupa dengan Dia, bukan sebentuk dengan dunia ini.
Note - Mazmur 40 : 18

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. ( Matius 5 : 14 )

Day by day ( 05/07/03 )

Filed under: HIMspirit2003 : Jul-Agt — himfiles at 8:43 pm on Friday, June 16, 2006

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. ( Matius 6 : 34 )

Via sebuah milis yang penulis ikuti, banyak banget kabar dari mereka yang tahunya udah pindah kerja. Entah yang tadinya gawe di Thamrin-Sudirman, bisa nongol ke Tangerang. Atau yang tadinya di Kebun Jeruk, bisa nyampe Alam Sutra. Sementara penulis sendiri masih "jumpalitan" nyari lokasi kerja yang cocok sebagai investasi buat masa tua nanti, he he he… Lalu apa hubungannya dengan cuplikan nas diatas, simak terus tulisan dibawah ini.

Selasa lalu, tepatnya tanggal 15-16 Juli 2003, bagi mereka yang berkantor di seputaran jalan Gatot Subroto Jakarta akan merasakan nuansa kemacetan yang lain. Bukan karena adanya truk terguling atau tersendat aksi massa yang demo di sekitar kompleks MPR/DPR, melainkan terhalang oleh bejubelnya para pencari kerja yang merangsek untuk mengikuti gelaran bursa kerja dan karir 2003 yang diselenggarakan oleh Jobsdb.com di Kartika Chandra.

Dari sekitar 3000 lowongan yang tersedia ( gosipnya sich kebanyakan yang dibuka adalah lowongan sales-marketing ), disesaki oleh sekitar 18000-an orang. Andaikan setiap pelamar ditarik biaya masuk sekitar Rp 15.000,- saja, bisa dihitung berapa pendapatan yang diraih oleh panitia. Meski demikian, bagi para pelamar hal ini bukan menjadi masalah, tokh dengan sekali daftar plus setor CV bisa langsung melamar pada sekitar 40-an perusahaan maupun biro rekrutmen sekaligus dalam waktu bersamaan.

Maka beruntunglah buat yang udah kerja mapan, meski ada juga yang menganggap kerjaannya sekarang cuma buat batu loncatan pengalaman doang. Alasan klasik orang pindah kerja biasanya adalah demi alasan mencari taraf penghidupan maupun peningkatan karir yang lebih baik. Ada juga yang ingin menambah perbendaharaan pengetahuannya dengan ingin konsentrasi dulu melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi tak jarang juga karena adanya "panggilan" jiwa untuk bisa berbuat lebih banyak buat orang-orang lain. Misalnya dari yang tadinya pengusaha sukses, malah banting stir jadi wiraswastawan, pelayan sosial atau hamba Tuhan.

Ada satu kesamaan dari itu semuanya, yakni semuanya butuh proses. Proses yang keliatannya acak, tapi selalu berulang. Pagi hari, harus segera berangkat kerja untuk menghindari macet. Siang hari, berkutat dengan rutinitas kesibukan pekerjaan. Sore hari, berjuang untuk sampai ke rumah kembali. Malam hari, beristirahat sejenak untuk menyiapkan energi unuk kerja esok harinya. Tidak tiap orang bisa tahan dengan ritme seperti itu, makanya jangan heran bila weekend selalu diisi para karyawan dengan rekreasi keluar kota.

Seperti yang telah dirilis oleh pemerintah baru2 ini, hari lebaran tahun ini yang kalau menurut kalender adalah tanggal 25-26 November 2003 nyatanya menjadi tanggal 14-15 November 2003, dan yang lebih "membahagiakan" lagi hari libur nasional pun diperpanjang menjadi 9 hari ( 13-21 November 2003 ), so pasti ini bakal membuat Jakarta sepi dalam jangka waktu lumayan lama.   

Sementara dalam penantian berharap libur panjang, tokh2 hari-hari kita masih "terbebani" oleh betenya kita kalau ngerjain tugas kantor yang kayaknya nggak pernah habis-habis. Kalau perlu ditambah lembur dech biar cepat kelar, tapi nyatanya kerjaan masih menumpuk pula. Huff…. penulis pun belakangan mengalami hal seperti itu, bete banget kalau di awal pekan, tapi kalo udah masuk hari Jum’at bener2 kerasa "Thanks GOD it’s Friday".

Penulis jadi teringat kisah penciptaan alam semesta ini. Tuhan tidak langsung menciptakan terang, benda-benda langit, tumbuhan, binatang, dan manusia dalam satu hari saja. Ini bisa menjadi hikmah, bahwa Tuhan hendak teladan akan proses kerja manusia di muka bumi ini. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, tetapi biarlah kegembiraan selalu ada di setiap hari perjalanan hidup kita. Bergembira, karena Tuhan senantiasa beserta kita.

Interview with GOD ( 27/06/03 )

Filed under: HIMspirit2003 : Mei-Jun — himfiles at 9:09 pm on Friday, June 9, 2006

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon : "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." ( Lukas 5 : 4 )


Awal bulan Juli 2003 ini, penulis mendapat kabar dari seorang rekan bahwa dirinya udah cabut dari tempat kerjanya yang dahulu setelah berbulan-bulan kudu menahan diri dengan lingkungan kerjanya. Bukan, bukan masalah pergaulannya, tapi yach selain soal salary staff yang memang pas-pasan buat hidup di kota segede Jakarta ini, tentunya dipertimbangkan masalah kemajuan karir dan rutinitas kerja. HIMfi!es edisi kali ini akan sedikit mengupas melodrama suka-dukanya dunia kerja khususnya bagi mereka yang baru 2-3 tahun mengecap betapa sulitnya kita harus bertahan dalam deru metropolitan.

Selepas masa kuliah dan ditahbiskan menjadi sarjana, maka target umumnya oleh para pencari kerja adalah mulai memasuki dunia kerja. Tanpa pengalaman kerja, mereka saling bersaing untuk meraih tempat kerja idaman yang tentunya sebisa mungkin tidak perlu keluar masuk lokasi kerja baru lagi. Tapi ada juga yang kemudian mengasah kemampuannya agar kapabilitasnya bisa bernilai jual tinggi, entah itu dengan melanjutkan studi S2, ambil beasiswa ke luar negeri, atau bekerja "magang" di kantor akuntan publik.

Sayangnya, dunia kerja tidak seindah pada saat kita mengenang masa-masa bermain tempo kemarin. Mungkin 6-12 bulan, kita bakal digenjot oleh hal-hal baru, dan sesudahnya hanyalah sekedar menjalankan rutinitas. Maka tak heran bagi mereka yang mapan sekalipun biasanya suka tergerak untuk mencari tempat kerja baru agar nuansa kehidupannya tidak bikin bete. Ada juga yang karena sistem kerjanya kayak zaman Jepang dulu, karyawan disuruh kerja lembur melulu sementara sang atasan bisanya cuma mengkritik, rapat, atau mengadakan lobi sana-sini sehingga atensi pada karyawan nyaris tidak ada kecuali pada saat nego gaji.

Hal yang paling kentara soal ini adalah pada saat wawancara kerja. Biasanya tahapan ini selain dipakai perusahaan untuk mengenal kepribadian sang pelamar, juga sebagai segmen mematok gaji awal. Biasanya pada saat nego gaji ini, banyak pelamar berguguran, entah karena minta gajinya kegedean atau minta fasilitasnya kebanyakan. Sudah jamak, bahwa pihak perusahaan maunya dapet pekerja yang qualified tapi dengan pengeluaran serendah mungkin, Atau meskipun menawarkan gaji besar, tapi job spesification yang diterapkan adalah kerjaan 2-3 orang staff. Tapi kalo udah omong soal suap dan uang keamanan, biasanya pihak manajemen rela mengeluarkan duit sebesar mungkin.

Salahsatu majaah rohani ibukota beberapa pekan lalu menghadirkan topik utama bertajuk : "Dunia kerja : berkat atau jerat ?". Secara singkat, topik ini menarik karena secara kasat mata saja kita melihat karyawan minimal bekerja 5 hari seminggu, sedangkan untuk beribadah ke tempat2 ibadat saja cuma 1 hari dalam seminggu. Konotasi yang muncul : minimal 40 jam seminggu ( 1 hari = 8 jam kerja ) bisa digunakan untuk mencari penghidupan guna makanan jasmani, tapi mengapa untuk sekedar cuma 2 jam saja untuk duduk diam sekitar 2 jam saja dalam mencari makanan rohani kita sulit melakukannya ?

Tidak perlu menjadi pendeta, pengabar Injil, atau hamba Tuhan agar bisa berbuat banyak dan berarti bagi Tuhan. Dunia kerja seharusnya menjadi tempat bagi mereka yang sehati, sepikiran, dan satu tujuan untuk saling membantu dan menguatkan. Sayangnya, justru perilaku kita di dalam gedung gereja dan ketika di dalam lingkungan kerja kerap berbeda. Kadang berlagak pintar menasehati bawahan untuk berbuat jujur dan rajin, tapi dirinya sendiri sering korupsi uang perusahaan dan keliling dareah membuang2 duit dengan alasan lobi.

Dalam cuplikan perikop diatas, kita mengetahui bahwa setiap waktu pun Tuhan membuka lowongan pekerjaan untuk kita. Tuhan "mewawancarai" kita lewat perjalanan hidup kerabat2 terdekat kita karena Ia mengetahui hanya lewat bekerjalah manusia akan belajar tentang kasihNya. Betapa kita bersyukur atas bangun pagi dengan udara segar yang setiap hari kita hirup, bersyukur atas lindungannya saat pergi dan pulang kerja, beryukur atas waktu istirahat yang Ia berikan di malam hari, dan masih banyak lagi.

Dan hebatnya lagi, tidak seperti kebanyakan kaum HRD yang tentu tidak mengenal watak kita secara dalam, Tuhan mengenal segala kekuatan dan kelemahan kita. Ia mengajak keikutsertaan kita bukan karena kita ini pintar, tapi karena kita mau untuk diubahkan. Seperti kala Yesus memanggil 12 murid pertamanya, yang Dia ajak bukan dari golongan  terpelajar, sarjana, apalagi profesor, tapi dari golongan kaum jelata yang rata2 boleh dibilang lumayan bodoh. Yang terpenting bukan pintar bodohnya IQ kita, tapi apakah kita mau membuka hati untuk menerima pekerjaanNya itu ?

Yesus berkata kepada mereka : "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." ( Matius 4 : 19 )

One on one ( 13/06/03 )

Filed under: HIMspirit2003 : Mei-Jun — himfiles at 9:08 pm on Friday, June 9, 2006

"Tetapi Aku berkata kepadamu : Setiap orang yang menceraikan istrinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah." ( Matius 5 : 32 )

Di bulan Mei 2003 yang lalu, setidaknya ada 2 edisi majalah Gatra yang menarik perhatian penulis disamping tentunya topic utama tentang Perang TNI vs GAM di Aceh.  Yang pertama adalah heboh soal Zainuddin MZ yang menurut sebuah vcd diisukan bahwa ketua partai PPP Reformasi itu telah pindah agama dan dibaptis. Meski tergolong isu ini rawan konflik SARA, tokh nyatanya hal ini ditanggapi dingin2 saja. Yang kedua - dan ini yang akan diulik lebih lanjut - adalah soal poligami. Tentu ini sudah menjadi rahasia umum bahwa beberapa pejabat kita ternyata punya kelakuan seperti itu, tapi pasti pembaca akan tercengang setelah membaca tulisan dibawah ini.

Dikabarkan bulan Juni 2003 ini akan ada satu penghargaan yang bakal menimbulkan kontroversi, bahkan di kalangan salahsatu umat beragama. Kalau baru sebatas mengirim Miss Universe saja sudah heboh, maka tampaknya untuk hal2 lain kok tampaknya masyarakat kita bersikap ambivalen alias masih antara menyetujui atau menolak. Sebagai contoh : secara sembunyi2, pastinya kita pernah mendengar pemilihan ratu wadam ( wanita-adam ) alias banci, atau adanya jaringan lesbi maupun homo yang meski disebagian kalangan masih dianggap tabu, tokh keberadaan mereka tidak dipungkiri ada juga, lho ! Kebanyakan dari mereka menganut pendapat bahwa penyimpangan perilaku karakter itu sudah takdir yang sulit diubah, padahal kalo direnungkan sejak awal khan Tuhan hanya menciptakan 2 jenis kelamin saja : pria dan wanita, bukan gabungan keduanya dan bukan pula untuk mencintai sesama jenisnya sendiri.

Poligami awards, itulah yang penulis maksud di paragraph pembuka diatas. Adalah Puspo Wardoyo, juragan rumah makan "Wong Solo"  yang tentunya berpoligami untuk mengadakan acara "gila" tersebut. Alasan yang dipaparkannya - seperti yang penulis kutip dari majalah Kartini - , "Poligami awards ini merupakan penghargaan pada para pelaku poligami islami yang berprestasi dan menjadi teladan di masyarakat." Astaga !!!

Dikalangan umat islam sendiri, terutama para pemikir maupun penafsir modern yang perempuan, ada penjungkirbalikkan pemahaman yang dilakukan para kaum lelaki soal ini. Dalih pembela poligami, tokh ada ayatnya yang "mengizinkan" lelaki meminang sampai 4 wanita sekaligus asal adil. Nah, urusan rasa "keadian" ini memang relative, dan lagi berdasarkan emosi wanita saja, masa ada sich yang dirinya mau dimadu ?

Sejak permulaannya pun, manusia dihadirkan ke bumi secara berpasangan, tentunya dengan pemahaman mereka bisa saling menghargai dan memaknai kehidupan ini bersama-sama, dan bukannya malah kekurangan seseorang dijadikan alasan untuk mencari orang lain diluar ikatan pernikahan yang sah karena diluar itu adalah dosa percabulan. 

Tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. ( I Korintus 7 : 2 )

Next Page »