Doable is the best vision ( 21 Sept 08 )
Tetapi seperti ada tertulis : “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia”. ( I Korinus 2 : 9 )
Mungkin anda pernah mendapatkan imel berantai yang isinya tentang penjungkirbalikkan logika antara orang bodoh dan orang pintar. Salahsatu contohnya adalah kenapa orang bodoh bisa menguasai perusahaan ? Jawabannya karena ia bisa membayar pintar untuk mengerjakannya. Tidak relevan kalau orang pintar mempekerjakan orang bodoh, bisa2 perusahaannya menemui kehancuran. Kalaupun mentok, orang bodoh pastinya akan mengontak konsultan untuk memberesi masalahnya.
Dari sebuah milis keuangan yang penulis ikuti juga ada sebuah peristiwa ironi yang menarik, bahwa disaat posisi orang yang dianggap pintar sedang kolaps, justru orang bodoh tidak terlalu stress memikirkan sampail detail berapa persen duit yang menguap dari nilai investasinya, lha wong manajer investasi yang “pintar2” itu pasti muter otak supaya bisa mengatasi problem tersebut.
Sebenarnya penggunaan kata bodoh diatas mungkin terlalu polos, maksudnya tentu bukan bodoh2 amat sampai bisa diperdaya orang lain. Mari kita renungkan, kadang kepintaran yang kita miliki justru membuat kita terlalu berhati-hati dalam memperhitungkan suatu rencana. Tak salah memang, namun coba perhatikan : orang bodoh lebih berani dalam memutuskan segala sesuatu dengan cepat. Resiko kegagalan pastinya selalu ada, namun bukankah bila sebuah kesalahan diketahui dengan cepat maka tindakan perbaikannya pun bisa dilakukan segera ?
Tapi yach, jangan lalu konsep diatas tersebut diseragamkan yach. Misalnya dalam urusan memilih pasangan hidup, maunya sich sesuai standar, tapi kalau yang datang melulu yang tidak sesuai harapan, bukankah itu suatu pertanda bahwa mungkin si dia yang kita impikan bukanlah yang sesuai Beliau rencanakan untuk kehidupan kita ?
Jujur saja, penulis kadang suka sebal melihat rekan kerja yang maunya muluk-muluk tapi tidak berusaha memantaskan untuk mendapatkan apa yang dia maui. Dalam penyusunan target penjualan tahun depan misalnya, ketika rekan lain department mematok rata2 salesnya sekitar 20-25%, eh ada satu bagian yang bersikukuh dengan kenaikan maksimal 10%. Ketika ditanya apa masalahnya dan kira2 dukungan sumber daya seperti apa yang diperlukan, berulangkali jawabannya yang terlontar adalah : mau gimana lagi, habis market size di area salesnya hanya mentok segitu. Lho, kok udah nyerah duluan ?
Dalam iklan lowongan kerja, kerapkali kita lihat judul kolomnya berupa kata : “Challenge”. Konotasinya bagi para pelamar awam seperti penulis umumnya bahwa posisi tersebut tampaknya bersifat “kerja bakti”, job-desc kadang tidak berbanding lurus dengan reward-nya, apalagi kalau diimbuhi tambahan semacam syarat dan ketentuan berlaku : siap bekerja di bawah tekanan, walah…
Berapa banyak dari anda yang melakoni profesi sekarang yang sesuai dengan cita2 yang pernah dibayangkan ketika masih kecil ? Mungkin banyak dari anda sekarang tidak comfortable dengan (tingkat pendapatan dari) pekerjaan yang tengah dijalani saat ini. Hati kecil memberontak ingin keluar dari jerat rutinitas tugas. Ketika pikiran kita terbelenggu dalam ukuran rasionalitas, beruntunglah sebagai manusia kita diberi bekal dari Maha Pemberi berupa kemampuan berimajinasi alias membayangkan.
Untuk segala sesuatu yang tidak pasti, jangan terlebih dahulu bilang tidak mungkin. Karena bila pikiran itu yang tertancap dalam benak kita, secara tak langsung kita meragukan campur tanganNya yang berkehendak dalam memuliakan kita. Jadi kalau begitu, lakukanlah sampai batas kemampuan kita dan sisanya lihatlah mukjizat yang telah Ia sediakan bagi orang2 yang telah melakukan kualitas terbaik dari dalam dirinya. Karena keberhasilan bukan terjadi dalam alam rencana, melainkan dalam alam tindakan.
Siapakah orang yang takut akan TUHAN ? Kepadanya TUHAN akan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. ( Mazmur 25 : 12 )
HiMTquote :
Impossible -> Previously unthinkable -> conceivable -> doable ( MTSC – Doable is the best vision )