HIMfiles : HIMspirit2008 ed.

because life is a miracle

Deciding to be happy ( 24 Nov 08 )

Filed under: HIMspirit2008 : Nov-Des — himfiles at 8:46 pm on Monday, December 22, 2008

Berbahagialah orang yang berduka cita, karena mereka akan dihibur ( Matius 5 : 4 )

 

Berbahagialah orang miskin, karena tidak ada pilihan selain memampukan dirinya menjadi orang kaya. Terdengar ironis memang, bahkan mungkin bagi sebagian orang dianggap sebagai kalimat penghinaan ketimbang sebagai slogan penyemangat hidup. Bahwa status miskin yang biasanya diolok-olok sebagai miliknya orang susah, secara realitasnya tidak melulu berarti mereka juga tidak berhak merasakan apa yang namanya kebahagiaan. Banyak orang berusaha membeli kebahagiannya dengan datang ke tempat2 yang diharapkan dapat menerima diri apa adanya, namun semua itu hanya semu semata.

Bahagia bukan bicara soal berapa banyaknya materi yang kita miliki. Bahagia adalah soal keputusan dalam menghargai keberadaan kita di muka bumi ini. Belum bosannya penulis mengutip peristiwa umum yang biasanya dialami pekerja kelas bawah, apalagi kalau bukan soal gaji. Anda tidak puas soal gaji, penulis pun mengalaminya. Namun apakah anda bahagia dengan penghasilan yang didapat sekarang ini, itu soal lain lagi. Ketika anda tidak bahagia, secara tak langsung anda tidak bersyukur atas apa yang telah diterima. Mungkin penjelasan seperti ini menjengkelkan, namun sekali lagi ini soal keputusan.

 

Terkadang yang kita anggap suatu karunia adalah sesuatu yang besar, yang mencengangkan, ataupun yang membuat pribadi kita merasa takjub. Bila menang hadiah undian, kita anggap sebagai keajaiban. Jika kita sembuh dari penyakit yang parah, maka itu adalah mukjizat. Tanpa disadari bahwa sesuai slogan artikel : “life is a miracle”. Atau mungkin pembaca lebih familiar dengan ungkapan “life is a gift”, secara sederhananya “ hidup adalah pemberian”. Mungkin karena mentang2 “diberi” maka hidup seolah-olah tidak masalah untuk disia-siakan. Bandingkan bila hidup diberikan bila kita telah berupaya dulu untuk mendapatkannya, seperti kite harus bekerja dulu untuk mendapatkan upah. Makanya penulis lebih suka menulis bahwa kehidupan itu adalah “keajaiban” yang dicurahkan olehNya. Bahwa ditengah nalar dan rasionalitas kita, bukankah ajaib segala yang dijadikan dan diperbuatNya untuk kita selama ini ?

Bila demikian mengapa manusia mesti mengalami penderitaan dan cobaan ? Penulis agak merenung sejenak untuk mencerna istilah “ibunya adalah kesulitan dan bapanya adalah upaya” dalam menatap konsep mengharapkan keajaiban. Bahwa upaya adalah pengubah nasib, tentu sudah banyak yang maklum. Sesuai dengan prinsip “ora et labora”, berdoa tanpa bekerja adalah malas, sedangkan bekerja tanpa berdoa hanyalah kesombongan semata. Tetapi upaya kadang bisa putus ditengah jalan, bila tak disertai dengan yang namanya kesungguhan.

 

Mungkin anda pernah mendapatkan konsep bahwa semakin kita sengsara maka makin kita dekat denganNya. Doa-doa orang yang pilu hati akan cepat didengar olehNya. Tidak salah memang, namun mengapa Beliau menciptakan pula orang-orang kaya yang juga didengar doanya ? Pasti ada yang salah dengan doa permohonan kita. Masalah yang datang disikapi sebagai batu sandungan yang membuat perjalanan kita kerap terpuruk ketimbang dianggap sebagai tumpukan batu yang bisa dipakai untuk berpijak dan melompat lebih tinggi lagi.

Kembali ke tema artikel ini. Ada tips kecil yang mungkin bisa dipraktekkan sehari-hari dalam kehidupan anda sehari-hari. Dalam kesempatan apapun, cobalah sering mengucapkan kata : terima kasih. Entah itu saat anda membayar belanjaan di kasir, diminta atasan mengerjakan tugas yang melebihi jobdesc harian anda, dimarahi rekan kerja, atau doa anda seperti belum dijawab sekalipun. Mungkin saat ini kita belum menemukannya, tapi yakinlah tanpa disadari Ia akan membuat kita menemukannya dengan tak terduga. JanjiNya untuk menghibur dan mendampingi di saat buruk yang tengah kita hadapi masih berlaku bagi kita semua yang senantiasa hanya berharap padaNya. Jadi kalau begitu, adakah alasan untuk berlama-lama dalam meratapi kepedihan ?

Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak. ( Mazmur 37 : 5 )

 

 

HiMTquote :

Orang lain tidak akan mampu membantu anda merasa bahagia, bila anda adalah orang pertama yang meragukan hak anda untuk merasa berbahagia dan menolak apapun yang ada pada anda sebagai alasan untuk bersyukur. ( MTST – Deciding to be happy )

 



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>