HIMfiles : HIMspirit2008 ed.

because life is a miracle

Vacation and life : 21 Des 08

Filed under: HIMspirit2008 : Nov-Des — himfiles at 8:58 pm on Monday, December 22, 2008

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah - sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu tidur. ( Mazmur 127 : 2 )

 

Satu hal yang pasti dalam setiap perubahan adalah perubahan itu sendiri. Meskipun banyak orang merasa nyaman dalam area kemapanannya, tapi tokh waktu tidak berhenti untuk disesuaikan menurut standar zaman yang senantiasa bergerak. Sebagai contoh, mari kita tengok era 5-10 tahun lalu dimana teknologi usang yang dulu dianggap canggih kita sudah terbarukan oleh penemuan-penemuan perangkat yang seakan mempermudah proses suatu operasi produksi maupun aplikasi. Disisi lain, mungkin tanpa disadari kita tengah menjebak diri sendiri dengan berbagai piranti gadget yang dimiliki. Ketika berbagai software komunikasi dibenamkan dalam handphone, seolah jalan kehidupan kita sedang dirangkum dalam penjara berbentuk data.

Tak heran anjuran yang sering kita dengar bila seseorang atau sebuah keluarga hendak merencanakan liburan adalah putuskan sejenak dengan dunia luar, nikmati tanpa diganggu oleh berbagai interupsi. Kebetulan pula akhir tahun ini begitu banyak tanggal “kejepit”, jadi dengan cuti 4 hari ( 26, 30, 31 Desember dan 2 Januari 2009 ) praktis bisa mendapatkan libur sebanyak 11 hari, he3…

Maka merayakan liburan seolah menjadi pelepas penat setelah melakukan pekerjaan yang mungkin mayoritas dari kita merasakannya sebagai beban daripada kesenangan dapat bermanfaat bagi perusahaan maupun orang yang kita sayangi. Tugas dianggap sebagai kewajiban yang sebisa mungkin harus dijauhi ketimbang sebagai hak kita untuk berhasil. Namun bukankah dalam episode penciptaan alam semesta, Beliau sendiri telah memberi teladan untuk menghormati apa yang namanya waktu beristirahat bagi manusia ?

 

Bagi penulis pribadi, lembur atau pulang malam demi tuntasnya bukan menunjukkan bahwa kita berdedikasi bagi perusahaan pada pencapaian tugas kita. Mungkin anda pernah mendengar kalimat pilihan dari sebuah iklan produk rokok : kerja malam biar pagi santai atau kerja pagi biar malam santai ? Waduh, pekerjaan kok menjadi sebuah “kutukan”, bersusah payah demi menafkahi pribadi maupun keluarga, sehingga demi materi yang tidak seberapa, banyak orang berpikir jalan pintas dengan melakukan perbuatan yang tidak halal. Seolah Tuhan tidak dipercaya bisa memberikan berkat kekayaan dalam jumlah yang tak terbatas dengan cara ajaib yang tak kita pahami. Maka berdoa dan bersabarlah. Bukankah kita semua tengah menunggunya ?

Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Einstein dalam teori relativitasnya mengumpamakan secara sederhana kira2 dalam kalimat begini ( maaf kalau kutipannya nggak pas dengan aslinya ) : “1 jam terasa cepat untuk orang yang tengah bertemu kekasih, tetapi 1 menit akan terasa lama untuk orang yang tengah mengerang kesakitan”. Bila pekerjaan dianggap sebagai hobi, mengeluh bukanlah sebuah beban, tetapi pengharapan bahwa dibalik tekanan itu semua ada janji keberhasilan. Sayangnya, berapa banyak dari kita yang bertahan dengan pekerjaan yang tidak kita sukai, lalu pasrah dengan sebisa mungkin melakukan adaptasi atas apa yang kita lakoni ?

 

Maka liburan menjadi waktu untuk introspeksi diri untuk menghitung pelajaran apa yang kita dapat dari masa yang berlalu. Mencatat kembali resolusi apa yang belum tercapai seiring berjalannya tahun2 melangkah. Kita semua memang dalam posisi menanti, namun bukankah banyak dari kita yang justru merasa masa penantian tersebut terlalu singkat hingga kerap berujar kekurangan waktu untuk menyelesaikan apa yang ada didepan kita.

Menyibukkan diri demi alasan klise “mengejar karir” mungkin sudah hal jamak, namun tak ada salahnya kita pun memiliki tempat persinggahan sejenak untuk berhenti dari segala aktivitas. Seperti terkutip dalam ayat pembuka diatas dan juga masih diamini banyak orang, berikan kesempatan pada Tuhan untuk membuktikan janjiNya bahwa apa yang kita dapat selama ini bukan semata kerja keras yang tidak layak kita banggakan secara berlebihan, namun lebih karena atas perkenanNya. Bersyukurlah atas apapun juga. Happy holiday !

Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. ( Yesaya 46 : 4 )

 

HiMTquote :

Yang menempatkan anda dalam posisi kebintangan adalah antisipasi kebaikan dalam pekerjaan, dan penghindaran penyia-nyiaan waktu dalam kekhawatiran dan kemalasan. ( MTST – Vacation &life )

 



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>